Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Kualitas dan Hasil Panen Padi di Gorontalo Menurun

×

Kualitas dan Hasil Panen Padi di Gorontalo Menurun

Sebarkan artikel ini
Padi Gorontalo
Seorang petani di Kota Gorontalo saat mengeringkan gabah padi. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dibalik melonjakannya harga beras di Gorontalo rupanya tidak menjadi angin segar bagi para petani padi di Gorontalo. Pasalnya, para petani justru mengaku dihadapkan dengan hasil panen yang tidak maksimal.

Sejak awal proses panen hingga penjemuran gabah, petani mengaku kewalahan karena curah hujan dan cahaya matahari yang tidak stabil.

Akibatnya, gabah yang dihasilkan tidak dapat kering maksimal dan membuat kualitas beras menurun. Bahkan, petani juga dihadapkan dengan serangan hama penyakit yang membuat hasil panen menurun.

“Orang kerja itu otomatis terganggu dengan musim hujan yang tidak stabil jadi pengaruh ke gabah, masuk di gilingan otomatis jadi merah depe hasil beras terus patah patah juga. Kalau penjemuran gabah bisa hitam kalau tidak dapat matahari bagus, dari sawah sudah basah dengan hujan sampe disini tidak bisa dijemur lagi,” Tutur Petani padi Kota Gorontalo, Fadli Usman.

Fadli mengungkapkan harga beras saat ini naik karena memang kondisi hasil panen petani lokal menurun. Digilingan, petani menjual beras dengan harga 700 sampai 750 ribu rupiah per koli tergantung kualitas beras. Hal ini pun terjadi karena tingginya biaya produksi petani padi, bahkan petani mengaku bisa merugi jika harga beras tidak naik.

Redaksi