Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPERISTIWA

Korlap Diksar Mapala sempat Mengaku Jeksen Dipukul Senior?

×

Korlap Diksar Mapala sempat Mengaku Jeksen Dipukul Senior?

Sebarkan artikel ini
Diksar Mapala
Dewan Pembina Paguyuban Kesatuan Pelajar Mahasiswa Muna Indonesia (KEPMMI), La Awal saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (24/9/2025). Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kordinator Lapangan (Korlap) kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) disebut sempat mengaku Muhamad Jeksen dipukul oleh seniornya.

Hal itu diungkapkan salah satu Dewan Pembina Paguyuban Kesatuan Pelajar Mahasiswa Muna Indonesia (KEPMMI), La Awal saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (24/9/2025).

Sebelumnya La Awal menceritakan bahwa saat itu ia menjenguk Jeksen di rumah sakit Aloei Saboe.

“Saya tiba di rumah sakit jam 9 pagi dan orang pertama yang saya panggil adalah koordinator lapangan kegiatan Diksar,” ungkap La Awal.

Ia menanyakan langsung kepada Korlap mengenai apa yang terjadi dan apakah ada kontak fisik. Koordinator lapangan mengonfirmasi adanya kekerasan, termasuk pengakuan dari Jeksen bahwa ia dipukul.

La Awal melanjutkan pertanyaan dengan menanyakan siapa yang memukul. Korlap menjawab bahwa Jeksen dipukul oleh senior-seniornya, termasuk dirinya sendiri.

“Saya tanya, siapa yang pukul? Senior-senior. Kamu? Ya, termasuk saya,” Ujar awal.

Dewan Pembina Paguyuban, La Awal menekankan bahwa pernyataan ini disaksikan oleh mahasiswa lainnya yang ada di rumah sakit. Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam mengungkap fakta yang terjadi selama kegiatan diksar.

“Saya tidak mau, nanti ketika di polisi, keterangan ini diubah atau dihilangkan,” tegas La Awal.

Sementara Satreskrim Polres Bone Bolango telah memeriksa 10 orang panitia Diksar, diantaranya mahasiswa aktif sekaligus alumni. Kasus ini masih ditangani polisi apakah memiliki unsur penganiayaan atau tidak yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya Muhammad Jeksen, mahasiswa semester tiga itu mengikuti Diksar Mapala selama 4 hari mulai tanggal 14 sampai 18 september 2025 di wilayah Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Usai pengkaderan, korban dilarikan ke rumah sakit oleh rekannya karena merasakan sakit di bagian wajah dan leher. Setelah Dirawat Di Rumah Sakit Aloei Saboe, wajah dan leher Jeksen alami pembengkakan hingga korban meninggal dunia. Jenazah Jeksen telah dipulangkan di kediamannya di di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Redaksi