Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPEMPROV GORONTALOPERISTIWA

Korban Gigitan Hewan Rabies di Gorontalo Capai 581 Kasus, 1 Meninggal Dunia

×

Korban Gigitan Hewan Rabies di Gorontalo Capai 581 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Rabies
Ilustrasi Digigit Anjing rabies. (Shutterstock)

Dulohupa.id – Penyebaran Rabies di Gorontalo terus mengalami peningkatan hingga mencapai 581 kasus dengan 1  orang meninggal dunia. Setelah terjadi 1 kasus kematian akibat gigitan hewan anjing rabies, Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan status kejadian luar biasa atau KLB terhadap penyebaran Rabies di Gorontalo.

Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo mencatat telah terjadi sebanyak 581 kasus gigitan hewan penyebaran rabies seperti anjing maupun kucing selang Januari hingga Agustus 2024.

Ketua tim kerja Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit atau P2P Dinas kesehatan Provinsi Gorontalo, Iswan Ahmad mengungkap kasus penyebaran rabies telah terjadi di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Gorontalo. Kabupaten Gorontalo pun menjadi wilayah dengan angka kasus paling tinggi, yakni mencapai 183 gigitan dengan 1 kasus kematian orang yang terjadi di Puskesmas Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo.

“Hampir semua kasus rabies di Gorontalo ini disebabkan karena gigitan anjing, karena memang Provinsi Gorontalo masuk daerah yang populasi anjingnya cukup banyak dan umumnya terdapat pada daerah yang memiliki perkebunan luas. Kemungkinan anjing tersebut diperuntukkan untuk menjaga kebun. Sebenarnya yang bisa menyebarkan rabies itu bukan anjing saja, bisa juga kucing, monyet dan kelelawar, tapi kasus di Gorontalo baru anjing yang dilaporkan,” Jelas Ketua tim kerja Bidang P2P Dinkes Provinsi Gorontalo, Iswan Ahmad, Rabu (04/9/2024).

Rabies
Ketua tim kerja bidang P2P Dinkes Provinsi Gorontalo, Iswan Ahmad. Foto/Dulohupa

Iswan Ahmad juga mengungkapkan bahwa penyakit rabies akan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.

“Kayak kemarin kita kecolongan, karena dari masyarakat yang tergigit ini tidak mau melakukan pengobatan di Fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga terlambat penanganan, dan tidak cukup 1 bulan setelah digigit itu korban meninggal,” Ujar Iswan Ahmad.

Sementara itu, Gejala yang akan dirasakan setelah tergigit hewan yang terpapar rabies diantaranya demam, bahkan jika sudah dinyatakan positif rabies, pasien akan berperilaku seperti anjing. Iswan Ahmad juga mengatakan anjing yang telah terpapar rabies akan berprilaku sangat liar atau agresif ketika melihat orang.

“Kalo di anjing itu biasanya dia akan menjulurkan lidahnya dan akan kesana kemari,” jelas Iswan.

Untuk antisipasi dan penanganan yang dilakukan, Dinkes Provinsi Gorontalo terus mendistribusikan Vaksin anti rabies (VAR) serta Serum anti rabies (SAR) untuk manusia atau korban gigitan. Sementara untuk Dinas Perternekan mendistribusikan vaksin anti rabiesn untuk hewan.

“Untuk pengendaliannya mungkin kita harus menjaga agar tidak terpapar dengan anjing kemudian menekan populasi anjing dengan tidak harus membunuh,” Pungkas Iswan Ahmad.

Redaksi Dulohupa