Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Korban Banjir di Gorontalo Dapat Bantuan Rp1,16 Miliar dari Kemensos RI

74
×

Korban Banjir di Gorontalo Dapat Bantuan Rp1,16 Miliar dari Kemensos RI

Sebarkan artikel ini
Bantuan untuk korban banjir di Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menerima bantuan secara simbolis dari Kementrian Sosial RI yang diserahkan oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin, senilai 1,16 miliyar bagi korban banjir yang ada di Desa Bongongoayu, Kec. Boliyohuto, Kab. Gorontalo, Rabu, (4/3/2020). (Foto Nova).

Dulohupa.id – Banjir yang melanda Provinsi Gorontalo, mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Gorontalo dapat bantuan dari Kementrian Sosial RI senilai Rp1,16 miliar yang diterima secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Bantuan yang terdiri dari logistik dan bantuan beras itu diserahkan oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial, Kemensos RI, Pepen Nazaruddin di Desa Bongongoayu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/3/2020).

Bantuan khusus untuk Kecamatan Boliyohuto ini senilai Rp171 juta, yang terdiri dari beras, mie instan, biskuit dan family kit. Banjir yang berdampak bagi 836 kepala keluarga tersebar di tiga kecamatan yakni Desa Dilomiyohu, Tolite dan Bongongoayu.

Sejatinya pelaksanaan ini dihadiri Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara., turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan anggota komisi VIII DPR RI Idah Syahidah. Hadir juga Dirjen Penangan Fakir Miskin Andi ZA Dulung.

“Bapak Menteri mengirimkan salam dan prihatin dengan bencana ini. Mari kita atasi bencana ini untuk menjadi introspeksi bagi kita semua. Pemerintah selalu hadir baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota bersama sama rakyat,” ucap Pepen.

Di tempat yang sama, Gubernur Gorontalo meminta warga untuk menjaga lingkungan. Dengan cara tidak melakukan perambahan hutan, bukti dan gunung dengan kemiringan tertentu untuk ditanami jagung.

“Tidak ada satu manusia pun yang menginginkan bencana seperti ini. Salah satunya dari ulah manusia. Ibu sekda (Kabgor), saya tidak pernah mendengar daerah ini banjir, nanti kali ini,” ucap Rusli.

Untuk mencegah penggundulan hutan, Rusli menyebut akan menindak pelaku pembabatan hutan untuk ditanami jagung. Lahan dengan kemiringan di atas 15 persen tidak akan diberi benih jagung dan pupuk gratis oleh pemerintah.

Banjir di Gorontalo selama beberapa hari terakhir melanda dua daerah yakni Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara. Di Gorontalo Utara, banjir merendam tiga kecamatan yakni Monano, Anggrek dan Atinggola.

“Dua tahun sudah kita sosialisasi, sekarang saya coret CPCL (calon penerima calon lahan) jika sudah di atas 15 persen kemiringannya. Kita ganti dengan tabaman tahunan mungkin ada kemiri, cengkih dan lainnya,”pungkasnya. (adv)