Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
DPRD Kota GorontaloKOTA GORONTALO

Komisi III DPRD Awasi Proyek Pengendalian Banjir di Kota Gorontalo

×

Komisi III DPRD Awasi Proyek Pengendalian Banjir di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Pengendalian Banjir
Komisi III DPRD Kota Gorontalo saat meninjau proyek pengendalian Banjir.

Dulohupa.id – Komisi III DPRD Kota Gorontalo mengawasi progres signifikan dalam penanganan banjir di wilayah Kota Gorontalo akibat dampak Sungai Bolango meluap. Pemasangan bronjong di sejumlah titik rawan kini dinilai berhasil mengurangi dampak luapan air yang selama ini kerap merendam kawasan permukiman di Kota Gorontalo.

Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II dalam menanggapi keluhan masyarakat terkait persoalan banjir.

Ia menjelaskan, kegiatan penanganan yang mulai dikerjakan sejak Oktober lalu merupakan hasil nyata dari koordinasi antara DPRD, Pemerintah Kota Gorontalo, dan pihak BWS.

“Warga di Kecamatan Dungingi, Kota Barat, hingga Kota Selatan kini sudah mulai merasakan dampaknya. Terutama di Kelurahan Tuladenggi, di mana titik luapan yang sebelumnya meluas hingga ke wilayah selatan kini mulai teratasi,” ujar Totok, Rabu (12/11/2025).

Menurut Totok, capaian pekerjaan yang telah mencapai sekitar 87 persen menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selalu khawatir saat musim hujan. Namun, ia berharap penanganan dapat diperluas hingga ke Jembatan Potanga dan Perlimaan Talaga yang juga menjadi daerah rawan banjir.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja BWS Sulawesi II, Ahmad Ibrahim, mengungkapkan bahwa pengerjaan di sejumlah titik prioritas telah mendekati tahap penyelesaian. Salah satu lokasi utama berada di Kelurahan Tuladenggi, tepatnya di area Perumahan Bele Olando.

“Progres fisik saat ini sudah mencapai 95 persen. Kami optimistis semua pekerjaan selesai tepat waktu, sesuai kontrak yang berakhir pada 10 Desember,” jelas Totok.

Ia menambahkan, proyek pengendalian banjir Sungai Bolango ini menelan anggaran sekitar Rp33 miliar. Sejak awal, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan dukungan dari pemerintah daerah, DPRD, serta aparat kecamatan dan kelurahan agar proses pekerjaan mendapat dukungan penuh dari warga.

“Berkat kerja sama seluruh pihak, progres keseluruhan kini telah melampaui 80 persen. Kami berkomitmen memaksimalkan waktu yang tersisa agar seluruh pekerjaan rampung sesuai target,” tambahnya.

Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi kawasan padat penduduk di sepanjang aliran Sungai Bolango yang selama ini menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Reporter: Maya