Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONALPERISTIWA

KNKT akan Ambil Black Box Pesawat SAM AIR untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan

×

KNKT akan Ambil Black Box Pesawat SAM AIR untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Black Box Pesawat
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat Melakukan Investigasi Badan Pesawat SAM AIR yang Jatuh di Pohuwato, Gorontalo. foto: Dulohupa/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Republik Indonesia akan mengambil black box atau kotak hitam pesawat SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) pasca kecelakaan jatuhnya pesawat di area empang sekitar Bandara Panua Pohuwato, Gorontalo.

Dalam Black Box pesawat terdapat rekaman data cockpit dan play data ata CVTR atau Cockpit Voice Recorder (CVR). CVR berfungsi agar pihak KNKT bisa mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Subkom IK Penerbangan, Nurcahyo Utomo yang juga ditunjuk langsung oleh KNKT sebagai ketua tim investigasi jatuhnya pesawat SAM AIR di Pohuwato.

“Ada namanya CVTR (CVR), jadi gabungan antara cockpit voice dan play data. Nah, ini salah satu yang akan kita ambil dan nanti akan kita download difasilitasi kita yang ada di Jakarta,” ungkap Nurcahyo Utomo saat ditemui, Senin (21/10/2024).

Baca Juga: Cerita Suami Sri Meyske, Punya Firasat Sebelum Pesawat Jatuh di Gorontalo

Nurcahyo juga mengaku, nantinya KNKT akan melakukan evakuasi terhadap badan pesawat yang saat ini masih berada di tambak/empang masyarakat untuk diamankan.

“Nanti kita lihat lokasinya dan alat apa yang harus kita gunakan berapa personil yang dibutuhkan. Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Sebelumnya, KNKT yang berjumlah tiga orang itu tiba di Kabupaten Pohuwato siang tadi. Setelah melaksanakan rapat bersama Kapolda Gorontalo, Plt Bupati Pohuwato, Kapolres Pohuwato, pihak maskapai SAM AIR, rombongan kemudian langsung menuju Bandara Panua Pohuwato

Ketua Subkom IK Penerbangan, Nurcahyo Utomo menjelaskan akan melakukan investigasi ini selama dua hari kedepan dengan mencari bukti-bukti di lapangan seperti waktu bentur posisinya seperti apa.

“Intinya kita mau cari bukti-bukti seperti apa misalnya, patah sebelah mana, penyok pesawat sebelah mana. Intinya waktu bentur itu posisinya seperti apa,” ungkap Nurcahyo.

Reporter: Hendrik Gani