Dulohupa.id – Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat karena tak semua aspirasi yang berhasil didapatkan kegiatan reses dapat diakomodir. Hal ini terjadi karena Boalemo mengalami pemotongan anggaran.
“Tentu sebagai ketua DPRD atas nama pimpinan dan anggota DPRD memohon maaf kepada Masyarakat kabupaten boalemo yang dulu mungkin begitu banyak program program tentang bantuan tentang jalan jalan setapak yang kita anggarkan, tentang normalisasi yang biasa membuat banjir di beberapa desa. Kita belum bisa akomodir dan itu karena keuangan” ujar eka saat ditemui di Kantor DPRD Boalemo.
Eka menjelaskan pada tahun 2026 APBD Boalemo akan terpotong hampIr seratus miliar rupiah. Tak hanya program pembangunan, kegiatan reses DPRD Boalemo saat ini yang biasanya dilakukan di rumah warga, kini hanya bisa dilakukan di kantor desa.
“Padahal ketika melakukan reses di rumah-rumah warga, kita dapat mengakomodir keluhan masyarakat dan bahkan kita bisa berikan mereka makan minum sama sama, dan nilai kekeluargaan itu nampak,” jelasnya.
“Nah tetapi ketika kita melaksanakan kegiatan untuk tahun ini, anggaran kita sudah tidak cukup, sekarang anggota DPRD melaksanakan reses hanya bisa datang di kantor desa” Sambung Eka.
Meski reses dilakukan di tengah keterbatasan anggaran, DPRD Boalemo akan terus mendorong pemerintah untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat.
”Kita berusaha dengan pemerintah bagaimana untuk melobi anggaran untuk daerah ke pusat” pungkasya.
Reporter: Mat












