Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPERISTIWA

Keluarga Polisi Tewas dalam Mobil Dinas Tiba di Gorontalo

×

Keluarga Polisi Tewas dalam Mobil Dinas Tiba di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Polisi Gorontalo Tewas
Keluarga Briptu RF (pria menggunakan masker dan wanita jilbab coklat) saat tiba di rumah sakit Bhayangkara Polda Gorontalo). Foto: Enda/Dulohupa

Dulohupa.id – Keluarga Briptu Ruli Firmansyah (RF) yang datang dari Semarang tiba di Gorontalo, Minggu (26/3/2023). Briptu RF (28) merupakan anggota Staf Pimpinan (Spripim) Kapolda Gorontalo yang ditemukan tewas dalam mobil dinas pada sabtu (25/3/2023) di jalan GORR, Desa Obulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.

Dari pantauan media Dulohupa, keluarga korban berjumlah 6 orang mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Gorontalo sekitar pukul 11.00 Wita. Dari 6 orang tersebut, tiga orang merupakan paman, serta kakak dan adik korban.

Mereka dikawal petugas kepolisian yang dipimpin langsung Wakapolda Gorontalo, Brigjen Pudji Prasetijanto Hadi menuju gedung Forensik dan Medical Legal RS Bhayangkara. Kedatangan keluarga untuk meninjau pelaksanaan Autopsi jenazah Briptu RF yang rencananya digelar hari ini. Autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Iya datang dari semarang. Kalau saya pamannya, sedangkan orangtuannya tidak ikut. Saya belum tahu kondisinya bagaimana. Saya shalat dulu ya,” ucap Paman korban, Sukiman saat ditemui awak media di luar gedung Forensik.

Diketahui Briptu RF kelahiran 8 Januari 1994 dengan berdomisili di RT 3, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Rencananya keluarga akan membawa pulang jenazah Briptu RF di kampung halaman di Kota Semarang.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Gorontalo, Wahyu Tri Cahyono menyebut, Briptu RF diduga meninggal karena bunuh diri menggunakan senjata api saat berada dalam mobil dinas.

“Ditemukan meninggal dalam kondisi luka tembak di bagian dada sebelah kiri. Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari hasil sementara dugaan korban bunuh diri, tapi Kami masih akan melakukan pendalaman terkait penyebab kematian dengan melaksanakan autopsi,” ungkap Wahyu.

Reporter Enda