Dulohupa.id-Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo, Hamka Arbi mengatakan, ia kecewa dan kaget melihat tingkah laku siswa Madrasah Aliyah di Kabupaten Gorontalo yang saling jambak. Sebab, kedua siswa yang seharusnya menjadi contoh baik di masyarakat, justru menunjukan kelakuan sebaliknya.
“Kami dari Kemenag pertama merasa kaget dan sedikit kecewa dengan adanya video yang beredar di media sosial (medsos), yang menunjukkan tingkah laku siswa madrasah yang berkelahi,” ungkap Hamka kepada Dulohupa.id ditemui diruang kerjanya, Kami (3/6) siang.
Apalagi kata Hamka, sekolah madrasah tersebut masih berstatus swasta, namun di bahwa binaan oleh pihaknya.
“Walaupun madrasah itu masih swasta, akan tetapi itu juga masih dalam pembinaan kami (Kemenag Kabupaten Gorontalo),” tambah Hamka.
Lebih lanjut kata Hamka, madrasah itu adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal dan sebagai basis utama pendidikan agama yang memiliki akhlakul karima. Tapi dengan adanya video yang viral tersebut, justru menunjukan hal sebaliknya.
“Gara-gara degan video viral tersebut, akhlak sudah tidak dipakai lagi, dan sudah tidak sesuai akhlak yang ada di madrasah. Padahal di madrasah itu ada pelajaran akidah dan akhlak,” ujar Hamka.
Hamka juga menjelaskan, pihaknya sudah turun langsung untuk melakukan pembinaan kepada pihak sekolah dan siswa yang bermasalah tersebut. Dan untuk sanksinya itu belum dipastikan sanksinya apa, walaupun masalah sudah terselesaikan.
“Untuk sanksinya itu belum dipastikan, walaupun masalahnya sudah selesai. Karena aturan dalam madrasah itu harus jelas dan juga ini mencoreng nama baik. Makanya saya tegaskan harus ada sanksinya tersendiri kepada siswa yang bermasalah,” tutup Hamka.
Reporter: Fandiyanto Pou











