Bekasi – Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada pukul 20.52 WIB di KM 28+920. Peristiwa ini melibatkan PLB 4B (Argo Bromo Anggrek) yang menemper PLB 5568A (KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang).
Evakuasi dan Pemadaman Listrik
Akibat insiden ini, PT KAI terpaksa mengambil langkah darurat untuk memastikan keamanan proses penanganan di lapangan.
”Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung-Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan,” ujar Franoto dalam keterangannya.
Saat ini, tim teknis PT KAI bersama pihak kepolisian tengah fokus melakukan evakuasi rangkaian kereta yang terdampak.
Sejauh ini, dari data yang disampaikan oleh KAI sudah ada empat orang yang tewas dalam peristiwa tersebut.
Bahkan atas kejadian itu juga, sebanyak 70 orang lebih mengalami luka-luka. Kondisinya pun dalam pengawasan medis.
Menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi dilakukan secara maksimal.
“Saat ini korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka,” katanya.
“Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” jelas Bobby.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan atas keterlambatan jadwal dan ketidaknyamanan yang terjadi. Petugas di lapangan terus berupaya mempercepat pemulihan jalur agar operasional kereta api dapat kembali normal secepat mungkin.











