Dulohupa.id- Pemerintah Kabupaten Pohuwato mulai memperketat PPKM Skala Mikro di setiap desa, akibat melonjaknya kasus positif di dua kecamatan sekaligus, dan ditetapkan sebagai wilayah zona merah.
Sekretaris Satgas Covid-19, Ramon Abdjul menerangkan bahwa, saat ini ada dua kecamatan yang berada di zona merah; Kecamatan Popayato Timur dan Kecamatan Popayato Induk.
“Daerah itu memang sudah masuk zona merah. Dari dua kecamatan ini terdapat 12 orang yang terpapar, 10 orang di Kecamatan Popayato Timur dan 2 orang lagi di Kecamatan Popayato induk yang tersebar di dua desa, yaitu Desa Maleo dan Desa Popayato,” terangnya.
Menurut Ramon, meningkatnya kasus di daerah paling barat Pohuwato itu diakibatkan lalu lalangnya warga desa atau pendatang yang melakukan perjalanan ke luar daerah tanpa dilakukan tracking terlebih dahulu.
Padahal pihak desa sudah diberikan kewenangan dan kewajiban dalam pemberlakuan PPKM skala mikro untuk memantau setiap pelaku perjalanan yang keluar masuk desa, untuk dilakukan tracking dengan cara di swab tes antigen bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas terdekat.
“Pihak desa harus menjalin koordinasi dengan aparat seperti babinsa dan babinkamtibmas serta nakes yang berada di puskesmas terkait adanya warga yang keluar masuk desa, hal ini untuk melakukan pencegahan lebih dini terkait penyebaran covid-19. Makanya diberlakukan PPKM skala mikro di setiap desa/kelurahan,” ungkap Ramon dalam wawancara via telepon, Sabtu (3/7).
Ramon juga menegaskan, pihaknya melarang wilayah zona merah tersebut untuk melakukan kegiatan yang memicu kerumunan. Sedangkan zona kuning dapat dilaksanakan dengan syarat seperti pembatasan jam dan orang, juga tidak menutup kemungkinan kegiatan yang dilaksanakan di zona hijau berpotensi dibubarkan jika melanggar protokol kesehatan yang berlaku.
“Patroli mobile juga akan massif kami laksanakan. Serta penegakan disiplin protkes juga akan diberlakukan kepada masyarakat yang melanggar.”
Bahkan menurut Ramon, melihat situasi seperti sekarang ini, pemberlakuan PPKM di Pohuwato akan dilaksanakan selama sebulan penuh. Yakni sejak 1 Juli sampai 31 Juli.
“Pihak satgas beserta aparat terkait juga akan melakukan sidak ke daerah Popayato untuk meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di desa agar semakin diperketat. Apalagi mengingat daerah tersebut masuk dalam zona merah,” tegasnya.
Ramon melanjutkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil swab, apakah masih varian virus lama yang terpapar atau malah positif virus varian terbaru yaitu varian delta. Karena mengingat beberapa orang yang terpapar terdeteksi melakukan perjalanan ke luar daerah seperti Tomohon.
“Kami masih menunggu hasil, kemungkinan minggu depan hasilnya sudah keluar. Dan harapan kami tetap sama, masyarakat dan seluruh elemen masih tetap mematuhi protokol kesehatan, agar terhindar dari terpaparnya virus covid-19,” harap Ramon dalam wawancara.











