Dulohupa.id – Yayasan Al Azhar Winarni Rahmat Ririn KB-TK-SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo berkomitmen terus memberikan program pembelajaran unggulan kepada siswa.
Kepala sekolah Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Islam Al Azhar 43 Gorontalo, Sartika Pakaya, S.Pd mengatakan, ada beberapa program unggulan yang diberikan kepada para murid setiap jam sekolah, berupa membaca Iqro, Sholat Dhuha, Tahfidz Quran dan Billigual Classroom untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
“Kemudian penunjangnya adalah digital Classroom dan ruangannya sudah ber-AC agar para murid bisa nyaman,” ucap Sartika.
Sartika berharap orang tua murid dapat mendukung semua program sekolah. Keterlibatan orang tua di sekolah sangat berperan untuk saling mengenal dan menjalin komunikasi dengan para guru, terutama wali kelas.
“Karena Sekolah tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan orang tua,” ujarnya.
Program pembelajaran lainnya di KB-TK Islam Al Azhar Gorontalo yakni implementasi pembiasaan adab, pembelajaran STEAM, Cambridge Curiculum in english dan pendidikan karakter. Konsep belajar kreativitas anak juga diutamakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan hal-hal teknis atau sains.
Baca Juga: Yayasan Al Azhar Gorontalo Tegaskan Proses Pembelajaran di Sekolah Berjalan Baik
Di tempat yang sama, Kepala SD Islam Al Azhar 43 Gorontalo, Necintiya Paputungan, S.S, M.Pd menuturkan, sebagai kepala SD yang baru, peningkatan kemampuan berbahasa Inggris bagi anak di sekolah sangat penting, terutama sebagai pengantar dalam pembelajaran.
“Saya juga akan membantu guru-guru lainnya bisa menggunakan bahasa Inggris secara baik. Terus akan menyediakan media pembelajaran tanpa buku, agar para siswa tidak bosan,” ucap perempuan bergelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.
Program unggulan lainnya di SD Islam Al Azhar 43 Gorontalo yakni sekolah penggerak, implementasi pembiasaan adab, pengembangan minat dan bakat, Tahfidz Quran, Practikal Life skil, Cambridge Curiculum in english, pendampingan bimbingan konseling, Digital Calssroom, perpustakaan digital, serta kewirausahaan.

Sementara ketua Yayasan Al Azhar 43 Gorontalo, Taufik Akbar menjelaskan, kebutuhan guru di TK-KB dan SD lebih dari cukup dengan total 27 orang pegawai.
“Semuanya bergelar sarjana pendidikan, ada juga kepala sekolah SD bergelar S2, Magister pendidikan. Ini semua kita butuhkan sesuai kompetensi dan keahlian dari tenaga pendidik,” papar taufik.
“Adanya informasi bahwa guru-guru di sekolah ini bukan sarjana pendidikan, itu hal yang tidak benar. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik yang unggul dan berprestasi,” sambungnya.
Ia juga meminta para guru agar meningkatkan komunikasi dengan orang tua murid untuk mengatisipasi kekhawatiran orang tua. Diharapkan keterlibatan aktif dan kerja sama dari kedua belah pihak dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung.

Reporter: Enda











