Dulohupa.id – Pihak Yayasan Al-Azhar Winarni Rahmat Ririn KB-TKSD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo menegaskan, proses pembelajaran di sekolah berjalan baik. Hal itu menanggapi tudingan informasi yang menyesatkan dan merugikan pihak sekolah.
Ketua Yayasan Al Azhar Gorontalo, Taufik Akbar menegaskan, informasi hoaks yang beredar terkait penyebab banyak siswa yang di pindahkan.
Taufik membenarkan ada beberapa siswa yang pindah dengan alasan berbeda-beda. Salah satu alasannya karena orang tuanya berpindah tugas ke daerah lain.
“Saya rasa proses pembelajaran berjalan dengan baik. Memang sebelumnya ada polemik di sekolah ini, tapi kami berupaya proses pembelajaran tetap berjalan normal,” tegasnya saat dikonfirmasi media dulohupa, Jumat (28/6/2024).
Ia membantah ada sejumlah alasan tendesius yang membuat para siswa pindah ke sekolah lain. Kekeliruan itu misalnya tidak adanya pengamanan (Securty), tapi faktanya tidak pernah terjadi kekosongan jabatan securty.
“Sebelumnya ada kekosongan Satpam, tapi kita langsung cari penggantinya. Pengawasan lingkugan sekolah yang selalu kita utamakan,” tutur Taufik.

Kemudian terkait tenaga pengajar di sekolah, pihak yayasan Al Azhar Gorontalo memiliki tenaga pendidik yang berkualitas dan semuanya merupakan lulusan Sarjana Pendidikan.
“Jadi tidak ada itu tenaga pengajar yang bukan sarjana pendidikan. Sejak dulu sampai sekarang, guru-guru yang kita angkat berkualitas,” paparnya.
Pihak yayasan juga mengklarifikasi perihal beberapa kali pergantian kepala sekolah tanpa diketahui orang tua siswa. Taufik menyampaikan, pergantian kepala sekolah disebabkan berakhirnya masa penugasan Plt kepala sekolah sebelumnya yang diperbantukan dari dinas Pendidikan Kota Gorontalo.
“Sehingga diawal bulan Juni tahun ini, kami telah merekrut kepala sekolah yang baru dan menyampaikannya kepada orang tua murid baik secara lisan dan melalui media instgram SD Islam Al Azhar 43 Gorontalo,” ungkapnya.
Terkait ketidaksesuaian kompetensi untuk guru BK dan guru TK, Taufik menyampaikan bahwa pengurus telah melakukan perekrutan guna memastikan di tahun ajaran 2024/2025, kompetensi guru yang bekerja dapat sesuai dengan keahliannya.
Pihak Yayasan juga berinisiatif akan memasang CCTV di setiap sudut ruangan kelas agar dapat memonitoring proses pembelajaran dari jarak jauh.
“Kami akan bagikan link CCTV kepada orang tua juga, supaya para orang tua juga bisa memonitoring aktivitas pembelajaran. Peningkatan pembelajaran kepada siswa menjadi perhatian kami saat ini. Tentunya untuk mengantisipasi kekhawatiran orang tua murit terkait adanya jam kosong dan kurangnya kegiatan ekstrakurikuler,” lanjutnya.
Ia menyebut sebanyak 26 tenaga pendidik di sekolah itu menjadi perhatian pihak Yayasan, agar tidak berdampak pada keberlangsungan sekolah.
“Kami memohon maaf jika ada yang kurang, kami tetap komitmen dan menjaga kualitas pembelajaran di sekolah. Sehingga tidak akan terjadi lagi persoalan-persolan seperti sebelumnya. Kami akan pastikan para siswa bisa mendapatkan pembelajaran yang baik, tentunya para orang tua bisa puas dengan sekolah ini,” Taufik.
“Alhamdulillah tahun ini ada siswa yang mendaftar meskipun beberapa sebelumnya ada permasalahan. Kami yakin Yayasan dan sekolah tetap memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Reporter: Enda












