Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Karena Program-Program Ini, Milenial di Pohuwato Pilih Paslon SMS

Dulohupa.id- Seorang milenial Pohuwato mengaku memantapkan pilihannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kepada pasangan Saipul Mbuinga dan Suharsi Igrisa (SMS). Kepada dulohupa.id, milenial bernama Azin Niode itu mengungkap sejumlah alasan.

“Alasan saya memilih terlibat dan mendukung paslon SMS karena dalam program mereka, keberadaan pemuda selalu diperhatikan dan masuk dalam perencanaan program ketika mereka menjabat nanti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato,” cerita Azin, Sabtu (14/11).

Memang kata Azin, bahwa pasangan SMS ini dapat menjawab semua permasalahan yang ada di seluruh lapisan masyarakat, terutama pada kaum pemuda atau generasi milenial sekarang ini. Lagian kata dia, generasi muda atau generasi milenial sebagai sumber daya yang berjangka panjang, mestinya dirangkul untuk terlibat dalam pembangunan daerah.

Sebab, keberadaan generasi milenial mampu menjawab tantangan untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik lagi ke depan. Maka dari itu, lanjut Azin, melihat program yang dikemukakan oleh paslon SMS ini, yang memberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk para milenial, tentu dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang ada.

Apalagi kata Azin, SMS memiliki program mengenai perlindungan sosial terhadap masyarakat dan pemberdayaan terhadap generasi milenial. Juga, menjamin para pemuda terlibat aktif dalam menjalankan sikap-sikap toleransi baik antar agama, suku, dan ras yang sangat beragam yang ada di Pohuwato.

“Satu lagi yang saya apresiasi dari paslon SMS, mereka tidak hanya menggunakan generasi milenial by moment saja, tapi juga dilibatkan secara berkapanjangan dalam pemerintahannya nanti bila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato.”

Kata Azin, memberdayakan pemuda sama saja menjamin keberlangsungan SDM daerah berjalan dengan baik, dengan skala panjang, “karena generasi penerus harus dipupuk lebih dalam lagi,” lanjut Azin menutup pernyataanya.

Reporter: Zulkifli Mangkau