Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kementerian ATR/BPNPEMPROV GORONTALO

Kakanwil BPN Gorontalo Temui Gubernur Gusnar, Bahas Isu Permasalahan Tanah

×

Kakanwil BPN Gorontalo Temui Gubernur Gusnar, Bahas Isu Permasalahan Tanah

Sebarkan artikel ini
BPN Gorontalo
Kanwil BPN Provinsi Gorontalo saat bersilaturahmi dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail di rumah jabatan gubernur Foto/BPN

Dulohupaid – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Provinsi Gorontalo, Muhammad Naim bersama jajaran silaturahmi ke Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail di rumah jabatan gubernur, Selasa (08/4/025).

Kunjungan Kakanwil BPN Gorontalo untuk menyampaikan beberapa hal terkait sinergitas untuk mendukung program pemerintah Provinsi Gorontalo terutama di bidang agraria.

Kakanwil dan Gubernur juga berdiskusi terkait berbagai isu strategis, salah satunya mengenai permasalahan pengadaan tanah dan penanganan tanah terlantar yang menjadi kendala dalam menunjang program ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo.

“Sekarang ini terkendala tanah Transmigrasi. Kami sudah ngobrol dengan pak asisten, mungkin kita akan bentuk tim percepatan untuk setiap minggu melaporkan kepada bapak gubernur, bagaimana yang menjadi kendala supaya kita semua terlibat di dalamnya,” ungkap Muhammad Naim kepada Gubernur Gusnar.

Koordinasi dengan Gubernur Gorontalo, serta pihak Kejaksaan tinggi ini sebagai bentuk BPN provinsi Gorontalo berhati-hati dalam mempercepat pengadaan tanah, sehingga tidak merugikan negara.

Kepala Kanwil BPN juga menyampaikan sejumlah agenda penting, termasuk laporan tentang pengadaan tanah untuk pembangunan bendungan di Bone Bolango serta optimalisasi pemanfaatan tanah-tanah terlantar yang akan ditanami demi memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Silaturahmi ini bukan hanya menjalin kedekatan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk terus mendorong reforma agraria dan peningkatan pelayanan pertanahan,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menghadirkan solusi konkret untuk persoalan agraria serta mendorong pemanfaatan lahan secara berkelanjutan dan produktif di Gorontalo.

Redaksi