Dulohupa.id – Jelang bulan Ramadan 1445 H/ 2024 M harga beras di Gorontalo terus mengalami kenaikan. Hingga saat ini harga beras di Gorontalo tembus Rp 16.000 hingga Rp 18.000 per Kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Abdul Karim Hasan menyebut, lonjakan harga beras di Gorontalo menyebabkan pembeli berkurang.
“Ya mereka kaget juga dengan harga yang sudah naik. Karena dengan harga yang bisa 12 ribu per liter dan per kilo 14 ribu, tiba-tiba naik 18 ribu/ Kg, jadi pengaruh di penjualan, karena berasnya sudah mahal, pembeli kurang,” ujar Abdul kepada Dulohupa, di lapaknya pada Jumat (01/03/2024) sore.

Menurut Abdul, sebelumnya dirinya menjual beras dengan harga 12 ribu per liter, namun kini tak lagi dengan harga demikian, dikarenakan harga pengambilan perkarung telah naik hingga ratusan ribu.
“Kalau harga beras sekarang sesuai dengan kualitas, naiknya sudah sampai 800 ribu hingga 850 ribu per karung (50 Kg) . Kalau sebelumnya itu, 2-3 minggu lalu itu 650-670 ribu per koli (per karung 50 Kg),” ucap Abdul.
Selain itu, Abdul mengungkapkan kepada media bahwa naiknya harga beras diakibatkan oleh gagal panen yang terjadi di Gorontalo. Sehingganya, untuk saat ini pengambilan beras berasal dari luar Provinsi Gorontalo (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan).
Reporter: Yayan











