Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOPEMKAB BONE BOLANGO

Isu Stunting dan Kemiskinan jadi Tolak Ukur Kemajuan Daerah

×

Isu Stunting dan Kemiskinan jadi Tolak Ukur Kemajuan Daerah

Sebarkan artikel ini
Stunting Kemiskinan
Wabu Merlan saat menghadiri Kegiatan Pelatihan Teknis Pemutakhiran Percepatan Data Pensasaran Percepatan Kemiskinan Ekstrim Ke Dalam Sistem Kemiskinan Desa, Pemetaan & Analisis Kemiskinan Desa Gelombang I. Foto : Prokopim

Dulohupa.id – Wakil Bupati Merlan S Uloli mengungkapkan bahwa dua isu nasional yakni stunting dan kemiskinan jadi tolak ukur kemajuan suatu daerah. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri kegiatan pelatihan teknis pemutakhiran percepatan data, pensasaran percepatan kemiskinan ekstrim, ke dalam sistem kemiskinan desa pemetaan dan analisis  kemiskinan desa gelombang I, di Hotel Grand Q, Sabtu malam (19/3/2023).

Merlan Uloli mengatakan walaupun sudah bekerja dengan luar biasa, namun semua itu menjadi percuma jika stunting dan kemiskinan masih tidak bisa diturunkan.

“Saya menyesalkan OPD lain itu tidak sadar bahwa saya komitmen, dan saya tidak mau hanya sekedar kita menggugurkan kewajiban. Perlu diamati apa yang salah dengan program kita ini. Begitupun solusinya. Ada banyak hal yang harus kita perbaiki,” tutur Merlan.

Ia juga mengatakan kalau hanya sekedar memperbaiki data dan tidak ada intervensi, penurunan stunting dan kemiskina menurutnya tidak akan lama.

“Jika hari ini turun, besok ada yang lahir. Jadi stunting ini memang penanganannya harus dari hulu sampai ke hilir,” ujarnya.

Merlan menjelaskan, kemiskinan di Bone Bolango berkisar 16.05% khusus miskin ekstrim tahun 2024. Ia menargetkan harus 0% untuk target nasional, sedangkan stunting kisarannya 14%.

Ia menambahkan bahwa saat ini sedang menyusun desain terkait model penanganan stunting maupun penanganan kemiskinan.

“Dana yg 30% untuk kemiskinan dan 20% stunting, intervensinya kita atur dari sini. Diatur yang tidak punya rumah siapa, yang tidak punya jamban siapa, yang tidak punya pekerjaan siapa, yang punya rumah tetapi masih kurang gizi siapa, dan itu intervensinya tidak sama, akan berbeda, makanya data ini sangat penting. Kemudian bapak ibu yang hadir disini diminta untuk aktif melaporkan itu melalui data,” tegasnya.

Wabup Merlan menekankan seluruh pihak agar dapat ikut berpartisipasi dalam pencegahan stunting dan kemiskinan di daerah setetmpat.

“Kita harus intervensi. Harus dilakukan bersama-sama. Saya berharap pelatihan ini akan ada pengaruh yang signifikan terkait dengan data-datanya,” pungkas Merlan.

Reporter: Fauzia