Isolasi Pasien COVID-19 di Pohuwato Terbagi di Dua Tempat

Dulohupa.id- Kabupaten Pohuwato tidak memberlakukan lagi isolasi mandiri bagi pasien yang telah dinyatakan positif covid-19. Pasien COVID-19 nantinya akan diisolasi secara terpadu di dua tempat yang berbeda sesuai dengan wilayah yang telah dibagi oleh pemerintah daerah Pohuwato.

“Pasien COVID-19 di Pohuwato tidak akan dilakukan isolasi mandiri lagi,” kata Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga yang juga selaku Ketua Satgas Covid-19 Pohuwato, Senin (11/1).

Menurut Syarif, tidak ada adanya isolasi mandiri untuk pasien COVID-19, agar mempermudah pengawasan terhadap pasien.

“Sesuai rapat dengan pihak pemprov kemarin, tidak ada lagi namanya karantina mandiri, tapi bagi pasien COVID-19 akan dilakukan karatina terpadu,” katanya.

Pemberlakuan ini katanya, untuk semua pasien yang terkonfirmasi positif. Baik yang bergejala maupun tidak bergejala.

“Bagi yang positif tidak lagi akan diisolasi mandiri, tapi akan diisolasi terpadu. Mau dia ada gejala, dan tidak bergejala, itu akan dilakukan isolasi terpadu, tidak mandiri lagi,” tegas Syarif.

Untuk isolasi terpadu tersebut, Syarif menuturkan, akan membagi dua wilayah karantina yang akan dijadikan tempat isolasi tersebut.

“Untuk bagian Popayato kami berencana akan menyiapkan tempat di sana sebagai tempat karantina yang akan meng-cover lima kecamatan yang ada yakni Wanggarasi, Lemito, Popayato, Popayato Timur, Popayato barat, dan pusat pelaksanaan karantina terpadu itu ada di hotel atau penginapan yang ada di Popayato,” jelasnya.

Lanjut Syarif, delapan kecamatan sisa antara lain Randangan, Taluditi, Patilanggio, Dengilo, Paguat, Marisa dan sekitarnya, itu pusat karantinya bertempat di hotel, penginapan, dan kos-kosan yang sudah di kosongkan yang berada di Marisa.

Memang kata Syarif, di Pohuwato sendiri punya tempat karantina yang terpusat di gedung badan diklat. Tapi, kurang representatif dan kurang nyaman menurutnya.

“Karena pasien membutuhkan tempat yang nyaman untuk menjadi tempat pemulihan mereka. Agar mudah dalam penanganan.”

Sedangkan pasien yang dengan gejala, akan ditangani dan dilakukan isolasi secara terpisah di rumah sakit.

“Apakah rumah sakit Bumi Panua, rumah sakit Aloe Saboe, atau rumah sakit Ainun, yang akan menjadi tempat isolasi bagi yang bergejala tersebut,” imbuhnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau