Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Indomaret Paparkan Kontribusinya untuk Warga Pohuwato Jika Diizinkan Buka

×

Indomaret Paparkan Kontribusinya untuk Warga Pohuwato Jika Diizinkan Buka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Indomaret/Hendrik Gani
Ilustrasi Indomaret/Hendrik Gani

Dulohupa.id- Hingga saat ini, perusahaan ritel raksasa, Indomaret, belum juga mendapatkan lampu hijau di Pohuwato. Pemerintah setempat sejauh ini masing melakukan kajian terhadap perizinannya. Meski begitu, Satria Kepala Cabang Indomaret wilayah Manado, Gorontalo, Halmahera, dan Maluku mengungkapkan, bahwa ada setidaknya empat hal positif jika Indomaret diizinkan buka di wilayah berjulukan Bumi Panua tersebut. 

Pertama kata Satria, bahwa pembukaan gerai Indomaret di Pohuwato akan menguntungkan warga setempat dan pemerintah. Sebab kata dia, pihaknya akan membuka lapangan kerja untuk para warga lokal. 

“Selain tenaga kerja lokal, setiap karyawan yang baru tentunya akan mendapatkan gaji minimal UMK dan mendapatkan THR dan cuti setiap tahunnya, dan akan diangkat menjadi karyawan tetap, didaftarkan di dinas ketenagakerjaan, BPJS kesehatan serta mendapatkan jaminan pada hari tua,” ungkap Satria saat rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Pohuwato pada Selasa kemarin, (19/10/2021). 

ambung Satria, dirinya juga menjelaskan dan memberikan kepercayaan ke Pemerintah Daerah bahwa Indomaret adalah perusahaan skala Nasional maka secara otomatis menaati apa yang jadi aturan daerah itu sendiri.

“Indomaret adalah perusahaan berskala Nasional dan akan taat terkait perpajakan dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya pun menjelaskan, bahwa pihak Indomaret tidak merasa ragu lagi jika bermitra dengan UMKM lokal, karena menurutnya UMKM sudah sering mendapatkan ilmu-ilmu pada setiap seminar-seminar yang diikuti.

“UMKM sering mengadakan seminar di setiap daerah agar setiap produk lokal bisa masuk di Indomaret, sehingga bisa menjadi mitra UMKM dan menjual produk-produk makanan seperti jajanan pasar dengan jatuh tempo yang sangat singkat selama 3 hari,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam rapat yang sama, Rusmiyati Pakaya Asisten Perekonomian mengaku ragu jika warga Pohuwato akan menerima dengan baik masuknya Indomaret ke wilayah tersebut. 

Dasarnya adalah, karena Indomaret dianggap oleh para pengusaha menengah ke bawah dapat  menurunkan daya beli ke toko mereka. Apalagi, mengingat harga indomaret akan lebih murah dari barang-barang di Pohuwato. 

“Para pelaku usaha kecil menengah ke bawah tidak menutup kemungkinan tidak akan menerima bilamana Indomaret tersebut ada di Kabupaten Pohuwato, mengingat harga dari barang tersebut akan jauh lebih murah dibandingkan dengan barang yang ada di warung kecil,” ujar Rusmiyati Pakaya.

Meski begitu, katanya saat ini sudah dibentuk tim pengkaji hal tersebut. Pihaknya kata dia akan sangat hati-hati mengeluarkan izin terkait Indomaret di Pohuwato.**