Dulohupa.id – Sebanyak 8 indikator capaian kinerja utama di lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo rata-rata telah mencapai target.
Melalui rapat evaluasi capaian kinerja hingga bulan Oktober 2023, dinas LHK Provinsi Gorontalo telah berhasil memenuhi dan mencapai target Provinsi terhadap 8 Indikator yang menjadi tolak ukur.
Sementara itu, Target Fisik pada e-Monev Dinas LHK berada pada angka 83,75 persen, sementara untuk target keuangan mencapai 83,69 persen.
Kepala dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka mengungkapkan bahwa hingga bulan Oktober 2023, dinas LHK terpantau sudah biru mulai dari realisasi fisik maupun keuangan. Yaitu pada posisi 85,11 persen untuk Realisasi Fisik dan 83,81 persen untuk Realisasi Keuangan. Hal tersebut kemudian menunjukan bahwa capaian kinerja di lingkup dinas LHK masih sangat baik.
Disamping itu, capaian kinerja juga diukur dengan 8 Indikator kinerja utama. Dimana, 6 dari 8 Indikator telah mencapai target Provinsi maupun nasional. Sementara untuk 2 Indikator lainnya masih sementara berjalan.
“Yang sudah capai target itu, pertama indeks kualitas air yang untuk sementara berada pada status sedang yakni diangka 54,19 poin. Sementara untuk kualitas udara di angka 94,22 poin dan berada di peringkat 8 dari 38 Provinsi. Untuk kualitas air laut berada di angka 86,96 poin dan berada di peringkat 7 nasional. Penurunan kualitas air laut sendiri dipengaruhi oleh pengelolaan sampah di pesisir laut yang belum maksimal,” ungkap Kadis LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka.
Lanjutnya, untuk kualitas lahan berada pada angka 84,89 poin dan menempati peringkat ke 7 nasional. Sementara untuk persentase ketaatan penanggungjawab usaha atau kegiatan izin lingkungan yang diterbitkan oleh Provinsi ada pada angka 76,85 persen.
“Ada sebanyak 27 perusahaan yang kita pantau atau sebesar 45 persen dari seluruh jumlah usaha yang izinnya diterbitkan oleh Provinsi. Jumlah ini belum capai target dari yang harus kita pantau. Dari 27 perusahaan yang kita pantau, ada sebanyak 14 perusahaan yang taat,” Jelas Fayzal.
Lebih lanjut, Fyazal mengatakan untuk lahan kritis yang ditangani juga sudah mencapai 145 hektar, namun masih banyak yang belum direalisasikan karena dihadapkan dengan musim kemarau. Sementara untuk Hasil Hutan Kayu (HHK) telah mencapai target, namun untuk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) belum mencapai target dan masih terus dimaksimalkan.
Reporter: Kris











