Dulohupa.id – Tenaga medis di rumah sakit umum daerah Clara Gobel (RSCG) Boalemo mengeluhkan soal honorarium jasa umum yang tak kunjung cair. Keluhan ini disampaikan S.A salah satu tenaga medis.
S.A menungkapkan honorarium jasa umum tak lagi mereka terima sejak tahun 2022 hingga 2025, padahal sebelumnya para tenaga medis di RSCG Boalemo mulai dari perawat hingga dokter rutin menerima jasa umum.
“Iya belum dibayarkan sudah dari 2022 atau 2023 soalnya sudah lama jadi lupa,” ungkap S.A, Selasa (05/8/2025).
Menurutnya keterlambatan pembayaran jasa umum sudah disampaikan ke menageman RSCG (sebelumnya RS Tani dan Nelayan), namun alasan dari management rumah sakit belum ada peraturan bupati terbaru (Perbub).
“Sudah sempat dibahas Bersama juga kan waktu itu Cuma masih menunggu perbub kan,perbub yang baru itu belum ada memang belum ada depe hitungan” katanya.
Sementara itu PLT Direktur RSCG Bolemo Wahyudin Dangkua mengungkapkan belum terbayarkan jasa umum untuk tenaga medis karena hingga saat ini pihaknya masih menunggu perbaikan peraturan daerah(perda) terbaru.
Wahyudin menjelaskan pada perda sebelumnya ada sejumlah layanan medis yang tidak masuk pada perda,hal tersebut yang membuat jasa umum belum bisa dicairkan ke tenaga medis.
“Ada beberapa layanan yang memang untuk pembagian jasa umum terutama itu belum ada regulasi tertera jelas dalam perda yang sudah. Kita masih kesulitan dalam memilah itu sehingga kami masih menunggu perda perbaikan jadi ada perda yang kita sudah usulkan untuk diperbaiki, sehingga kita bisa atau mempunyai regulasi yang tepat regulasi yang sesuai aturan untuk membagi jasa ini,” kata wahyudin.
Wahyudian memastikan anggaran untuk pembayaran jasa umum ada,sehingganya saat ini pihaknya berupaya untuk merevisi Perda.
“Kalau untuk soal dananya ada tapi dasar pembayaran ini,ini yang sedang kita pacu revisi perda karena semua peraturan baik perbup maupun perda sekarang kita harus koordinasi dengan kemekumham” ungkap wahyudin.
Reporter: Mat











