Untuk Indonesia

Hari Ini, Pemkab Pohuwato Buka Aktivitas Belajar di Sekolah

Dulohupa.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato mulai hari ini (1/2) kembali membuka aktivitas belajar di sekolah PAUD, SD, dan SMP di wilayah tersebut. Artinya, belajar dengan sistem daring akan segera dicabut. Adapun pembukaan sekolah tersebut tertuang dalam Surat Edara (SE) Bupati Pohuwato bernomor 800/pend/38/sek/I/2021.

Meski begitu, dalam SE tersebut Syarif menekankan kepada sekolah yang kembali membuka aktivitas belajar, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Dalam SE tersebut juga Syarif mengatur batas jumlah peserta didik.

“Pembelajaran tatap muka harus mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 4M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan). Pelaksanaan pembelajaran masih memakai sistem shift hari, dan (mengatur) jumlah siswa dalam ruang kelas. Jenjang PAUD maksimal lima orang dalam kelas dan SD sampai SMP maksimal 18 orang dalam satu kelas,” mengutip SE Bupati Pohuwato Tersebut. .

Sementara itu, Sekretaris Satgas COVID-19 Pohuwato, Ramon Abdjul mengungkapkan, langkah mengaktifkan kembali aktivitas belajar di sekolah karena selain guru-guru yang kemarin positif kini telah sembuh, juga karena Pohuwato akan segera kembali ke zona hijau penyebaran COVID-19.

“Iya, sekolah mulai dibuka. Pohuwato juga sekarang ini sudah kembali ke zona hijau, jadi sudah bisa melakukan aktivitas belajar tatap muka,” ungkapnya kepada Dulohupa.id, Senin (1/2).

Hanya saja, kata Ramon, sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka harus mematuhi protokol kesehatan, baik guru maupun siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran di kelas.

“Harus memerhatikan protokol kesehatan. Ini penting. Dan kami juga akan melakukan pantauan di sekolah-sekolah untuk mengecek pembelajaran tatap muka ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Pohuwato, Lusiana Bouti mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan segala kebutuhan yang menjadi syarat untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka. Baik dari penerapan protokol kesehatan di dalam ruangan kelas dan di luar sekolah.

“Kita tetap mematuhi protokol kesehatan dan sekolah yang buka juga kami utamakan memerhatikan protkes sesuai dengan edaran bupati,” kata Lusiana, Senin (1/2).

Meski begitu kata Lusiana, ada poin dalam SE Bupati Pohuwato yang menyatakan, jika sewaktu-waktu ada warga dalam satu desa terkonfirmasi positif COVID-19, maka seluruh satuan pendidikan yang ada di kecamatan tersebut harus kembali tutup.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.