Dulohupa.id- Banyak yang belum tahu, 24 Juni 2021 diperingati dengan Hari Bidan Nasional yang ke-70. Padahal, bidan memiliki peran penting dalam memeriksa, membantu merawat, dan juga membantu persalinan untuk wanita hamil.
Menurut Head of Reproductive Health and Andalan Business Unit Aditya Anugrah Putra, bidan juga berperan dalam meningkatkan derajat wanita, seperti melalui pelayanan kontrasepsi, memberikan imunisasi kepada bayi, dan menurunkan angka kematian ibu (AKI).
Karena itu, Efri Leny Rauf, salah seorang bidan dan juga akademisi di Universitas Muhammadiyah Gorontalo menyebutkan, Hari Bidan Nasional layaknya hari kemerdekaan bagi mereka yang berprofesi bidan di Indonesia.
Ia mengungkapkan, begitu pentingnya profesi bidan sehingga peran setiap pemerintah daerah untuk mendukung mereka sangatlah diperlukan. Sebagai contoh, dengan disahkan UU No. 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan, profesi bidan seperti ‘naik daun’.
“Dengan adanya undang-undang kebidanan, secara hukum profesi bidan mendapat perlindungan dan secara akademisi, perkembangan ilmu kebidanan semakin lebih maju dan diprioritaskan,” tutur Efri.
Kata Efry, berdasarkan undang-undang tersebut, setiap bidan yang akan melakukan praktik mandiri, wajib mengambil pendidikan profesi. Hal ini wajib dilakukan baik oleh bidan dengan pendidikan akademik, maupun pendidikan vokasi. Tanpa mengambil pendidikan profesi, bidan hanya diperbolehkan berpraktik di fasilitas kesehatan.
“Selain syarat lulus pendidikan kebidanan, seorang bidan juga wajib melakukan registrasi yang dibuktikan dengan STR dan izin praktik resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten,” kata dosen yang juga memiliki Praktek Mandiri Bidan Bumi Cinta di Pohuwato tersebut.
Efry menceritakan menjadi bidan bukanlah profesi yang mudah, apalagi bagi mereka yang menjadi tenaga pengajar. Sudah merupakan tugas mereka mengajarkan calon-calon bidan profesional agar siap menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas profesi. Apalagi berprofesi sebagai bidan dibutuhkan mental lebih, karena dihadapkan dengan hidup dan mati seseorang.
“Pendidikan bidan itu perlu baik untuk pengetahuan maupun kesiapan mental calon bidan. Ini untuk mendukung program pemerintah satu bidan satu desa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Efry yang juga merupakan anggota IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Gorontalo tersebut berharap dalam memperingati hari bidan ini, masyarakat semakin sadar akan peran bidan serta menjadi motivasi bagi mereka yang berprofesi bidan maupun yang ingin mempelajarinya.
“Saya berharap agar meningkatnya peran bidan di setiap perempuan dan keluarga sampai masyarakat melewati kehamilan, persalinan sampai nifas dengan aman. Jadi,’asuhan sayang ibu’ yang memang harus butuh pendampingan bidan, dimana bidan itu harus memiliki kompetensi yang maksimal, punya pengetahuan yang baik dan hati yang suci,” pungkas dia.











