Dulohupa.id-Harga cabai rawit di pasar Marisa, Pohuwato, terpantau berada di kisaran harga Rp 90 ribu per kilogram. Harga cabai ini naik dari biasanya, yang berada di kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.
Pepin (35), pedagang cabai rawit yang juga menjual kebutuhan harian mengakui, bahwa harga cabai rawit memang naik. “Harga per kilogram naik pak, biasanya 50 ribu, sekarang sudah 90 ribu,” kata Pepin kepada Dulohupa.id, Jumat (19/3).
Bahkan kata Pepin, di pasar lainnya, harga cabai rawit berada di kisaran 100 ribu per kilogram.
“Kemungkinan juga harga cabai di pasar Marisa akan naik sampai Rp 100 ribu, tergantung stok cabai yang masuk juga. kalau kurang stok cabai, pasti harga akan ikut naik,” ujarnya.
Selain Pepi, pedagang cabai lainnya, Ta Geyi (sapaan akrab) juga sependapat dengannya. Cabai rawit yang ia jual di pasaran berada di kisaran Rp 90 ribu per kilogram. Naik dari harga biasanya, yang dijual dengan harga Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu.
“Mahal rica sekarang, Rp 90 ribu per kilogram,” katanya.
Apalagi mendekati bulan Ramadhan tiba, memang harga bahan pokok dan rempah-rempah akan naik, terangnya.
“Tinggal dekat puasa kan, pasti harga naik semua ini. Salah satu contoh harga rica ini yang dari bulan kemarin mulai naik,” tambahnya.
Pantauan Dulohupa.id juga, memang terjadi lonjakan harga cabai rawit di pasaran, terutama di pasar Marisa. Kenaikan harga itu akibat dipengaruhi stok cabai yang berkurang di pasaran, sehingga menyebabkan para pedagang kesulitan juga mendapat stok cabai.
Menurut Pepin dan Ta Geyi, kalau harga murah, stok cabai sangat mudah didapatkan. Bahkan petani cabai langsung yang langsung mengantarkan stok cabai kepada pedagang, tapi, kalau di posisi mahal seperti ini, peran pengepul untuk menyediakan stok cabai berperan lebih besar.
Sementera itu, harga bawang merah dan tomat masih terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan harga di pasar Marisa, Pohuwato.
Reporter: Zulkifli Mangkau











