Dulohupa.id – Kenaikan harga bahan pokok seperti bumbu dapur yang terus meroket kian berimbas terhadap usaha rumah makan di Kota Gorontalo.
Kodisi ini seperti yang dirasakan pemilik Rumah makan Zona Merah Kota Gorontalo. Rumah makan yang dikenal dengan ciri khas masakan pedas kini alami penurunan omset.
Pemilik rumah makan, Saiful Mubarok mengaku penurunan omset hingga 40 persen akibat mahalnya bumpu dapur yang kerap digunakan dalam menu makanannya.
Menariknya, meski ditengah lonjakan harga bahan baku yang digunakan, pemilik rumah makan mengaku enggan menaikkan harga maupun mengurangi jumlah atau kualitas makanan yang dijual. Hal ini sebagai bentuk konsisten pemilik rumah dalam menjaga kepuasan konsumen.
“Sangat terdampak sebetulnya, karena kita juga kan menjaga kualitas. Terus bahan pokok ini kan tidak pernah stabil, jadi kalau dibilang berdampak ya sangat berdampak, pendapatan pasti berbeda. Kita juga tidak mengurangi porsinya kan, tapi dampak ke omset juga karena belanja bahan pokoknya lebih tinggi,” Ungkap Saiful Mubarok.
Untuk mengantisipasi merosotnya omset penjualan, Saiful mengaku terus mengontrol biaya pengeluaran serta menggunakan subsidi. Tak hanya itu, Saiful juga terpaksa harus memberikan promo menu demi menjaga dan menambah konsumen atau pembeli.
“Kita harus menjaga biaya atau HPP cost, kita harus punya standar harga dimana batas kalau ketika harga lagi tinggi sekali ya kita stop dulu pembelian bahannya. Ini penting untuk menghindari kerugian, apalagi saya bendera nya kan sambel jadi mau nggak mau tetap harus dengan porsi resep yang sama,” Tegas Saiful.
Redaksi











