Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Gubernur Gorontalo Menyayangkan Ada Anggota DPRD yang Menolak Aturan Pencegahan Covid-19 di Bandara

×

Gubernur Gorontalo Menyayangkan Ada Anggota DPRD yang Menolak Aturan Pencegahan Covid-19 di Bandara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat diwawancarai di rumah pribadinya

Dulohupa.id- Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menyayangkan sikap Resvin Pakaya, Anggota DPRD Boalemo yang menolak melakukan rapid antigen di Bandara Djalaludin pada Kamis, 30 September kemarin. 

Resvin yang baru tiba dari Makassar itu kata Rusli, sesuai aturan, memang seharusnya kembali mengikuti pemeriksaan rapid antigen. Pemeriksaan berlapis itu katanya, memang sebagai langkah pihaknya untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 yang dibawa oleh warga dari luar daerah. 

Aturan ini pun katanya sudah berjalan sejak lama, dan sudah disepakati oleh seluruh forkopimda. Karena itu, “kejadian ini sangat di sayangkan terjadi kepada salah satu anggota DPRD, yang seharusnya memperlihatkan kepada masyarakat sebagai contoh baik, ini malah sebaliknya,” ngkap Rusli saat ditemui Dulohupa.id di kediaman pribadinya di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Jumat (01/10) malam.

Tidak hanya menyayangkan sikap oknum anggota dewan itu, ia pun menegaskan akan menempuh jalur hukum. Sebab, ia sendiri tak suka namanya disebut-sebut. 

“Bilang sama Rusli saya anggota DPRD,” ucap Rusli menirukan perkataan anggota dewan tersebut. 

“Karena aturan SK Gubernur ataupun edaran itu tembusannya dimana-mana, sampai Presiden RI dan Wakil Presiden pun mengetahui hal itu. Aturan itu adalah kebijakan lokal kita, baik yang mau berangkat atau tiba baik dari sisi udara, laut, dan darat itu harus diperiksa antigen lagi. Itu juga berguna untuk melakukan pencegahan, selain itu buat kebaikan kepada yang bersangkutan juga,” tutup Rusli.

Sebelumnya, anggota dewan bernama Resvin Pakaya itu dalam video yang beredar, mengamuk di Bandara Djalaludin pada Kamis 30 September kemarin. Alasaanya karena ia menolak dilakukan rapid antigen. Resvin sendiri mengaku, masih mengantongi surat PCR yang ia bawa dari Makassar.