Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Gorut Kini Berstatus Zona Hijau Kasus COVID-19

DULOHUPA.ID- Gorontalo Utara (Gorut) menjadi satu-satunya kabupaten di Gorontalo yang berhasil keluar dari zona kuning penyebaran COVID-19. Kini, wilayah tersebut berstatus zona hijau, yang artinya tidak lagi memilik kasus aktif per 19 November 2020. Meski begitu, bukan tidak mungkin ancaman penularan kasus baru akan selalu ada.

Makanya, untuk dapat terus mempertahankan status zona hijau tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorut tetap gencarkan sosilasisasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan (protkes). Saat ini juga tengah disiapkan beberapa peraturan dan sanksi yang akan diterima oleh masyarakat pelanggar protkes.

Adapun kata Sekretaris Daerah (Sekda) Gorut, Ridwan Yasin, bahwa sanksi tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ridwan mengatakan, pengawasan terhadap penerapan protkes tersebut akan diterapkan di seluruh wilayah Gorut. Oleh karena itu, Ia menghimbau kepada camat dan kepala desa untuk memperketat fungsi kontrol kepada masyarakat agar tidak melanggar protkes. Sebab, masyarakat yang kedapatan melanggar akan dibawa ke kantor kecamatan setempat, untuk menerima sanksi atas pelanggarannya.

“Kita akan menerapkan sanksi sanksi yang tegas. Kalau kita menemukan masyarakat yang berkerumun di ruang publik, akan kita bawa ke kantor kecamatan, kemudian kita minta keluarganya menjemput dengan membawa masker,” kata ridwan, Kamis (19/11) siang tadi.

Tidak hanya itu, keluarga yang akan menjemput juga harus menyiapkan masker. Hal tersebut dimaksudkan untuk menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap sesama anggota keluarga dalam menerapkan protkes COVID-19

“Bagi keluarga yang menjemput wajib untuk menyiapkan masker, sehingganya kewajiban untuk menjaga kesehatan itu benar-benar tumbuh dari keluarga itu sendiri, bukan hanya dari pemerintah,”

Selain dijemput di kantor kecamatan, pelanggar juga akan diberikan rompi sebagai tanda jika ia adalah pelanggar protkos.

“Para pelanggar ini kemudian juga dipakaikan rompi pelanggaran protokol kesehatan COVID-19, nanti akan segera kita suruh bikin itu, kemudian bagi puskesmas minimal 10 baju rompi,”

“Kami meminta seluruh komponen, Tidak hanya Aparatur Sipil di lingkungan Dinas Kesehatan, namun aparat kecamatan sampai ke tingkat desa juga kami wajibkan menjadi garda terdepan untuk terus mengontrol masyarakatnya,” tambah Ridwan.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Mega