Dulohupa.id- Polda Gorontalo menginisiasi rapat koordinasi dengan stakeholder untuk membahas dampak bibit siklon tropis 94w di Gorontalo. Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Ops Polda Gorontalo Kombes Pol M.Pratama Adhyasastra, di ruang Rapat Utama Polda Gorontalo, Kamis, (15/4).
Berdasarkan citra satelit Himawari-8, diketahui bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 30 knot atau 56 km per jam, dengan tekanan di pusatnya mencapai 1006 mb. Bibit siklon tropis 94W ini terpantau mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua, Senin (12/4/2021).
Sementara Gorontalo, adalah salah satu dari sebelas wilayah di Indonesia yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem dari adanya bibit siklon tropis 94w ini.

Makanya, untuk mengantisipasi itu, Kombes Pol M Pratama menjelaskan, untuk mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau lingkungan sekitar. Sebab, akan ada gejala awal terjadinya banjir bandang, longsor, angin kencang, ataupun gelombang tinggi.
“Dalam mengantisipasi bibit siklon 94w, langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau lingkungan sekitar, akan gejala awal terjadinya banjir bandang longsor angin kencang ataupun gelombang tinggi,” ujar karo Ops.
Adapun turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut adalah Kasi Ops Korem 133 Nani Wartabone, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Kepala Basarnas, Kepala BMKG kepala cabang Airnav Pasi Ops Kodim 1304 Gorontalo, Pasi Ops Kodim 1313 Pohuwato, dan Pasi Ops Kodim 1314 Gorontalo.
Siklon tropis sendiri adalah sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum, setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.
Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah di muka bumi, yaitu “badai tropis” atau “typhoon” atau “topan” jika terbentuk di Samudra Pasifik Barat, “siklon” atau “cyclone” jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan “hurricane” jika terbentuk di Samudra Atlantik.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG melalui laman meteo bmkg, disebutkan bahwa siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer.
Reporter: Has











