Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Gali Potensi Desa, Kelas B Peserta Pendidikan Kepemimpinan Gelar Visitasi Secara Virtual

Dulohupa.id – Sebagai salah satu penugasan pendidikan kepemimpinan, Kelas B melaksakan Visitasi secara virtual terhadap salah satu desa yang menjadi tempat mereka ditugaskan.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Kelas B peserta pelatihan pendidikan kepemimpinan nasional tingkat 2 angkatan ke 7 tahun 2020, Prof. Dr. Nurliah Nurdin S. Sos, MA dimana menurutnya, bagian mereka dikelas B adalah belajar konsep-konsep managerial, sehingga perlu melihat ditataran berbagai organisasi selain diorganisasi mereka sendiri. Lebih lanjut dikatakan oleh direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, masing-masing peserta akan membuat proyek perubahan diorganisasi masing-masing yang untuk kali ini diarahkan melihat ke desa, apa yang menjadi potensi dari desa tersebut dan apa yang menjadi kendala yang dihadai oleh mereka.

“Untuk kelas B dibagi lagi untuk pelaksanaan Visitasi di dua provinsi yakni Jawa Timur dan yakni desa Sidoarjo dan Blitar. Saya dan 14 rekan lainnya berada di Sidoarjo yakni Desa Grinting. Sejak kemarin kami telah mengumpulkan data-data, karena namanya ingin membangun policy brief itu perlu data,” terangnya.

Lanjut dikatakan oleh Nurliah Nurdin saat ini banyak data yang telah mereka dapatkan, bahkan sudah bertemu langsung dengan Kepala Desanya meskipun hanya melalui telpon.

“Ini kita gunakan untuk bertanya secara langsung apa yang menjadi potensi dan apa yang telah dilakukan oleh mereka serta apa kira-kira yang dapat kami rekomendasikan untuk perbaikan desa tersebut,” tambahnya.

Ditanyakan apakah Visitasi ini sama dengan pelaksanaan Studi Banding, Nurliah menegaskan bahwa itu tidak sama dengan studi banding, karena tidak membanding-bandingkan apa-apa.

“Bukan studi banding, karena kita hanya menggali apa yang menjadi potensi dari desa dan apa yang menjadi kendala yang mereka hadapi,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Sidoarjo I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa S.Si, Apt, MPPM menambahkan Visitasi ini tentunya ada tujuannya, yakni pembelajaran melalui kepemimpinan nasional, dimana outputnya mereka diminta untuk membuat analisis kebijakan terkait dengan apa yang bisa dipelajari, terkait dengan apa yang dilakukan oleh desa, dengan tema pemberdayaan masyarakat dan dukungan kepada keunggulan produk disana, seperti perkebunan untuk bisa meningkatkan perekonomian yang ada didesa tersebut, atau pembangunan ekonomi masyarakat disana.

“Yang akan kami gali dan dituangkan perkelompok, bagaimana kebijakan yang diambil disitu kemudian program kerjanya, serta strategi pengelolaan sumber dayanya. Nah itu akan kita lakukan visitasi secara virtual didalam kondisi saat ini yakni Covid-19,” ungkap Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Medan.

Disisi lain Dr Kadarmanto MA mengatakan, sebetulnya ini merupakan pengalaman mereka yang pertama, sebetulnya Visitasi itu harus kita lakukan ditempat yang telah ditetapkan yakni di Desa Grinting, Sidoarjo. Dikatakan oleh Direktur Statistik Peternakan, Perikanan dan Kehutanan Badan Pusat Statistik, Visitasi ini harus menemui narasumber secara langsung, namun karena adanya wabah Covid-19 makanya dilakukan tatap muka secara virtual.

“Jadi kita akan melakukan penggalian informasi dari kepala Desa Grinting, mengapa desa itu bisa menggali PAD sendiri. Jadi kita akan mencari tahu profil desa itu seperti apa, potensi desa kemudian apa yang telah mereka lakukan,” urainya.

Ditanyakan apakah pelaksanaan Vistasi ini sama dengan pelaksanaan studi banding, Karmanto mengatakan bahwa Visitasi ini hampir sama dengan pelaksanaan studi banding, tapi dalan PKN II ini bahwa yang dilakukan adalah Visitasi.

“Kalau studi banding kita membedakan organisasi kita dengan organisasi lainnya. Tapi kita ingin mendapatkan informasi lebih, mengapa desa itu maju. Jadi bisa saja yang kita dapatkan di desa itu, akan kita implemntasikan di tempat kita,” tutupnya. (DED)