Dulohupa.id – Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gorontalo, Fory Naway kecam keras tindakan penganiayaan anak dibawah umur di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango.
Dengan adanya kejadian penganiayaan terhadap bocah 9 tahun tersebut, Istri Bupati Gorontalo itu sempat meneteskan air mata saat diwawancarai awak media.
Fory mengatakan, hal ini menjadi perhatian mereka dan tidak akan lepas tangan dari kejadian tersebut. Karena, itu merupakan keseharian mereka dalam hal melindungi anak dan bertanggung jawab terhadap anak.
“Saya wawancarai, keterangan pelaku, korban dituduh mati-matian dan dipaksa untuk mengakui bahwa korban yang telah mengambil uang sebesar 35 ribu. Dengan terpaksa, karena korban menyayangi kakaknya akan menerima sanksi lagi, korban memilih lebih baik dirinya yang menanggung semua sanksi itu. Itu pernyataan korban masih hidup,” kata Fory Naway saat diwawancarai awak media.
Pelaku juga lanjut ketua Puspaga, setelah melakukan penganiayaan terhadap bocah, pelaku juga menyuruh kakak dari korban untuk menaburi jeruk dan lilin di bagian belakang korban.
“Peristiwa penganiayaan ini sangat menyedihkan. Kami dari P2TP2A tidak bisa menerimanya,” lanjutnya.
“Kami tidak bisa menerima. Kenapa setega itu, sudah tidak manusiawi,” ucap Fory Naway.
Terlebih lagi kata Fory Naway, anak itu harus dilindungi. Mau apapun kejahatannya mereka anak itu masih butuh perlindungan.
“Saya harapkan kepada seluruh orang tua, mau anak kandung, angkat apapun dia, harus kita lindungi. Kita sebagai seorang ibu itu madrasahnya seorang anak. Perlakuan ini tidak balance. Harusnya kita lihat semasa kita mengandungnya. Bagaimana rasanya. Tetapi ketika di luar malah di siksa,” terangnya.
“Saya tegaskan kepada pelaku, walaupun kamu jahat terhadap anak, walaupun kamu itu memperlakukan tidak adil terhadap anak yang kamu ambil, anakmu tetap kami lindungi. Karena mereka sekarang sudah yatim-piatu. Jangan sampai terjadi lagi hal yang sama kepada anak anak lainnya dan itu kami awasi,” tandas Fory Naway.
Reporter: Herman Abdullah











