Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

Fakta-fakta Polemik Yayasan Al-Azhar Gorontalo, Bikin Guru “Sengsara”

2708
×

Fakta-fakta Polemik Yayasan Al-Azhar Gorontalo, Bikin Guru “Sengsara”

Sebarkan artikel ini
Guru yayasan Al-Azhar
Suasana Yayasan Al-Azhar Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.idYayasan Al-Azhar Winarni Rahmat Ririn Al-Azhar 43 Gorontalo yang Terletak di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, hingga saat ini masih terus dilanda berbagai masalah.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, salah satu yayasan terbaik di Provinsi Gorontalo itu berdiri pada bulan Mei 2012 dengan No. Pendirian Yayasan : 001/KEP/PH-WITIR/1434.201. Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo dipimpin mantan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Winarni Monoarfa.

Yasasan Al-Alzhar diketahui menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak usia dini mulai dari pendidikan non formal Kelompok Bermain (KB) setara PAUD, pendidikan Taman kanak-kanak hingga Sekolah Dasar (SD). Yayasan yang dikenal sebagai sekolah elit tersebut, sebagian besar peserta didiknya yang orang tuanya memiliki ekonomi kelas atas.

Namun seiring berjalannya waktu, Yayasan Al-Azhar 43 Gorontalo justru diduga memiliki masalah keuangan. Hal itu terungkap sejumlah permasalah yang dihadapi pihak yayasan mulai dari pengunduran diri 19 guru, terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3 pegawai yayasan, gaji 17 karyawan yang belum dibayarkan, Yayasan tunggak bayar BPJS Ketenagakerjaan, bahkan Yayasan Al-Azhar memiliki hutang di Bank BTN Gorontalo yang kreditannya menunggak.

banner