Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Evaluasi PSBB, Persentase Kepatuhan Warga Meningkat

Dulohupa.id– Memasuki pekan pertama penerapan PSBB di Gorontalo, persentase kepatuhan warga meningkat. Hal ini diakui berkat pelaksanaan sosialisasi yang massif oleh seluruh elemen di Provinsi Gorontalo, baik pemerintahan hingga petugas keamanan.

“Indikatornya terlihat dari tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan PSBB yang antara lain meliputi pembatasan waktu beraktivitas, penutupan sejumlah pasar mingguan, serta pembatasan pelaksanaan kegiatan ibadah di tempat-tempat ibadah,” ujar Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat mempimpin Rapat Evaluasi penerapan PSBB, bersama Forkopimda, Bupati dan Walikota se-Provinsi Gorontalo melalui video konferensi di Sekretariat GTPP Covid-19 Provinsi Gorontalo, Kamis (7/5)

Hal yang sama juga diutarakan oleh Walikota Gorontalo, Marten Taha yang turut hadir dalam rapat itu. Marten mengungkapkan, selama tiga hari sosialisasi PSBB, dari enam pasar mingguan yang ada di Kota Gorontalo seluruhnya sudah ditutup dan menyisakan empat pasar harian yang diperbolehkan untuk beroperasi hingga pukul 17.00 WITA.

Sementara dari 308 masjid, Sekitar 90 persen warga tidak melaksanakan salat berjamaah.

“Tinggal di Kecamatan Dumbo Raya masih ada tiga masjid, di Sipatana dua masjid, dan satu masjid di Kota Tengah. Selebihnya sudah tidak ada lagi yang menyelenggarakan salat berjamaah,” ungkapnya.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara (Gorut), Pohuwato, dan Boalemo. Di Kabupaten Gorut, pemerintah daerah telah menutup 17 pasar mingguan. Pemda Gorut bahkan mendorong camat dan kepala desa membuat inovasi bekerja sama dengan pedagang pasar mingguan untuk mendistribusikan bahan pangan kepada warga yang membutuhkan.

Atas keberhasilahan tahapan sosialisasi PSBB tersebut, Gubernur Rusli Habibie mengapresiasi kinerja seluruh pemerintah kabupaten/kota, TNI, dan Polri. Terkait penutupan pasar mingguan, Rusli menyarankan pemerintah kabupaten/kota dapat memberdayakan para pedagang dengan bekerja sama dalam menyiapkan bahan pangan yang akan disalurkan oleh pemerintah kepada warga yang terkena dampak virus Covid-19.

Dipenghujung rapat itu, Rusli juga meminta bupati dan wali kota untuk memaksimalkan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mensosialisasikan PSBB. Karena menurutnya ASN harus bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi terkait pelaksanaan PSBB guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

“Kurang lebih 10 ribu ASN Provinsi Gorontalo kami wajibkan untuk menyebarkan sosialisasi PSBB dan itu menjadi penilaian kinerjanya. Kiranya ini bisa diikuti oleh kabupaten/kota,” Pungkasnya. (*/DP-02)