Embung Dumati, Dulu Populer Kini Sepi dan Tak Terawat

Dulohupa.id- Embung Dumati di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo pernah menjadi objek wisata populer sejak 2018 hingga akhir 2019. Namun, sejak pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan penutupan tempat wisata sebagai antisipasi lonjakan kasus COVID-19, tempat ini terbengkalai. Kondisinya kini sepi dan tak terawat.

Embung Dumati sendiri merupakan objek wisata yang dibangun di tanah seluas empat hektar. Tempat ini dibangun dengan dana desa pada tahun 2018 dan diresmikan oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo pada 1 januari 2019.

Jurnalis Dulohupa.id mengunjungi tempat ini pada sore kemarin, Sabtu (9/10). Meski memasuki gerbang pintu masuk tempat ini sudah membikin merinding, namun dulohupa.id melanjutkan untuk masuk. Namun justru suasana di dalam tempat ini jauh lebih menakutkan. Sebab, kondisi embung yang sudah tidak terawat, spedboat yang rusak, rakit apung yang tidak berfungsi, dan spot swafoto yang kini rusak, menjadi pemandangan yang biasa. Bahkan, gazebo yang dulunya berdiri, kini tak lagi ada.

Gandi, mantan pengelola Embung Dumati yang ditemui Dulohupa.id mengungkapkan, bahwa memeng tempat wisata tersebut sudah tidak beroperasi sejak enam bulan lalu. Sebab, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menutup hampir seluruh tempat wisata di kabupaten tersebut, termasuk Embung Dumati. Sehingga sejak saat itu, tempat itu tidak lagi dibuka untuk kunjungan wisata, dan ditinggalkan pengelola.

“Mungkin dari enam bulan lalu semenjak ada pandemi COVID-19 sudah tidak buka lagi, jadi tidak ada lagi yang merawat tempat wisata ini,” kata Gandi kepada Dulohupa.id saat ditemui di lokasi, Sabtu (09/01) sore.

Padahal curhat Gandi, dulu sejak tempat ini dibuka, tempat ini menjadi salah satu tempat wisata favorit di Gorontalo. Sebab, menawarkan pemandangan alami. Dulu katanya, pengunjung berbondong-bondong mendatangi Embung Dumati ini.

“Semoga saja tempat wisata ini dapat di buka dan dikelola lagi, agar pengunjung bisa datang untuk merasakan sejuknya tempat ini,” tutup Gandi

Sementara itu di temui secara terpisah, Kepala Desa Dumati, Kasmin Hasan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, awal pembukaan mulai dari tahun 2018 sampai 2019 wisata tersebut dari pendapatan dan pengunjung dibilang sangatlah banyak. Tapi, karena pandemi COVID-19 pada bulan Maret tahun 2020, wisata itu ditutup.

“Memang benar apa kata pengelola itu, memang dari awal sangat banyak, tapi karena ada penutupan untuk tempat wisata, karena COVID-19, jadi pengelolanya sudah diberhentikan semuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Kasmin, mudah – mudahan ke depan tempat tersebut bisa dibuka kembali. Untuk sekarang kata dia, tempat itu masih bisa dikunjungi seperti biasa dan tak ada halangan untuk pengunjung yang datang melihat tempat itu. Meski kondisinya yang tidak seperti dulu lagi.

“Di situ tidak ada larangan siapapun yang datang ke sana untuk melihat langsung kondisi tempat wisata itu dan tidak dimintakan bayar. Mudahan kedepannya tempat itu kami akan kelola lagi seperti biasa,” pungkasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou