Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Elnino Mohi Curhat Soal Nasib Guru di Gorontalo dalam Rapat DPR RI

×

Elnino Mohi Curhat Soal Nasib Guru di Gorontalo dalam Rapat DPR RI

Sebarkan artikel ini
Guru di Gorontalo harus menyebrangi sungai untuk mengajar/Wawan Akuba
Guru di Gorontalo harus menyebrangi sungai untuk mengajar/Wawan Akuba

Dulohupa.id- Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Gorontalo, Elnino Mohi menyampaikan kritikan kepada Kemendikbud Ristek RI terkait skema perekrutan PPPK pada Guru Honor terkhusus yang berada di Wilayah Provinsi Gorontalo pada Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Kamis (23/9/21).

Elnino yang terlihat sangat emosional menyampaikan rasa prihatinnya kepada guru-guru honorer di Gorontalo yang terpaksa harus pensiun dengan status honorer, bahkan ada guru honorer yang tidak mampu memberi sekolahkan anaknya di tingkatan SMA akibat hanya mendapatkan upah sebesar 20 ribu rupiah itupun didapatkan dari orang tua siswa yang merasa simpatik.

Elnino Mohi Anggota DPR RI Komisi X fraksi Partai Gerindra

 

“Mirisnya Pak Menteri, di daerah saya ada guru honor yang tidak mampu menyekolahkan anaknya karena hanya mendapat upah 20 ribu setiap hari, itupun didapat hanya dari pemberian orang tua siswa yang merasa simpatik kepada guru-guru tersebut” tutur Elnino.

Elnino menyampaikan keinginannya agar Kemendikbud Ristek bisa memberikan nilai plus berdasarkan usia, lama pengabdian, dan medan juang. Misalnya guru yang bekerja di daerah terpencil, daerah pasca bencana, ataupun daerah konflik. 

Ia beranggapan, bahwa para guru-guru honor ini merupakan pahlawan pendidikan di Indonesia yang harus diberikan penghargaan setinggi-tingginya.

Tak sia-sia, desakan Elnino itu pun mendapat respon langsung dari Menteri Kemendikbud Ristek RI, Nadiem Makarim. Pihaknya kata dia, akan mempertimbangkan untuk memberikan nilai tambahan teknis berdasarkan hal-hal yang disampaikan Elnino tersebut.

Reporter: Reinaldi Julfriman