Dulohupa.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Kebudayaaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Provinsi Gorontalo menggelar seminar pendidikan dan keluarga yang dilaksanakan di Ballroom Aston Hotel Gorontalo, Kamis (09/5/2024).
Kegiatan ini dalam rangka menyemarakkan bulan merdeka belajar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024. Seminar mengambil tema “Peran Orang Tua dalam Transformasi Pembelajaran”.
Seminar dihadiri Ketua DWP Ditjen PAUD Dikdasmen, Xanty Dwi Putri, Ketua DWP Ditjen Guru dan Tenaga Pendidikan, Nurdianti Temu Ismail, ketua DWP Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Yani Maryani, ketua DWP Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo, Yunita Gobel, Ketua DWP Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Masyita Ahmad Nawari, DWP Balai Pelestarian Kebudayaan Gorontalo, DWP LLDIKTI Wilayah XVI Provinsi Gorontalo, serta dihadiri Gapokja Bunda PAUD Provinsi Gorontalo dan Kabupaten/Kota se-Gorontalo.
Dalam seminar pendidikan dan keluarga menghadirkan narasumber dari praktisi Perenting, Rosidah Erawati atau biasa disapa Bunda Era Lentera.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan orang tua yaitu pengurus Dharma Wanita Persatuan UPT Kemendikbudristek, guru dan tenaga kependidikan dalam hal pengasuhan anak sesuai dengan usia, karakter dan perkembangannya.
Rosidah Erawati dalam materinya menyampaikan, transformasi pembelajaran adalah proses pembelajaran yang membawa siswa lebih dekat dengan kenyataan, yakni menyajikan pengetauan secara kritis dan reflektif.
“Dimana yang memposisikan guru sebagai fasilitator untuk memimpin dan mendorong proses pembelajaran yang lebih baik,” tutur Rosidah kepada peserta seminar.

Dirinya menjelaskan, antara guru dan siswa maupun orang tua memerlukan sinergi yang bisa menghasilkan kerja sama produktif. Keharmonian antara pihak terkait diharapkan dapat menghasilkan kemanfaatan yang berkualitas sehingga proses merdeka belajar bisa terlaksana dengan baik.
Lanjutnya, sebuah pendidikan harus dapat dilakukan dengan sadar untuk mewujudkan proses belajar. Hal ini guna mencapai pengetahuan dan kemampuan, pengubahan sikap tata laku individu menuju kematangan. Hasil dari proses pendidikan ini adalah perubahan perilaku.
Kemudian dari sisi pengasuhan kepada anak, orang tua diminta memberikan perhatian untuk memenuhi kebutuhan fisik, psikis dan sosial anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Dengan tujuan agar anak dapat berkembang secara optimal dan dapat menghadapi kehidupan dengan baik dan benar,” sambung Rosidah.
Ia menyampaikan ada 4 kunci untuk menguatkan sinergi orang tua dan sekolah yakni pertama, kedua pihak harus Ridho, ketiga kesamaan visi misi orang tua dan sekolah.
“Ketiga, sekolah kreatif dan orang tua kreatif dan keempat membuka ruang komunikasi orang tua dan sekolah. Hal ini yang penting dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidkan bagi anak didik,” pungkas Rosidah.

Reporter: Enda











