Untuk Indonesia

Dukung Kegiatan Japesda, Pemprov Sulteng Akan Bangun Kolaborasi Pengelolaan Gurita

Dulohupa.id-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan dukungan terhadap kegiatan Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber daya Alam (Japesda) di wilayah Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulteng. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Arief Latjuba bahkan mengungkapkan, bahwa pihaknya nantinya akan membangun kolaborasi bersama Japesda dalam pengelolaan gurita.

“Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kami sangat mendukung kegiatan Japesda dan mungkin akan dibangun kolaborasi bersama dalam pengelolaan gurita, dan mungkin komoditi-komoditi lainnya yang bisa berbasis masyarakat dan berkelanjutan,” ungkap Arif dalam lokakarya bertema “Mendorong Konservasi dan Pengelolaan Perikanan Berbasis Masyarakat Melalui Perikanan Gurita di Kabupaten Banggai” yang digelar pada Selasa (16/2) kemarin.

Arif pun dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat dan pihak perusahaan atau korporasi untuk dapat mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan konservasi di wilayah tersebut.

Sementara itu, pengelolaan perikanan gurita sendiri menurut Direktur Kawasan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Pengelolaan Ruang Laut-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andi Rusandi, sejalan dengan target KKP tahun 2024, yakni pemanfaatan kawasan konservasi yang mendukung pengelolaan perikanan secara berkelanjutan.

“Konservasi terumbu karang dan pengelolaan perikanan gurita dapat berjalan sinergis selama mematuhi zonasi kawasan konservasi Kabupaten Banggai , Banggai Laut dan perairan di sekitarnya,” katanya.

Dirinya menambahkan, peran penting stakeholder yang dibungkus dalam program kemitraan, akan mendorong percepatan konservasi dan pengelolaan ruang laut.

Senada dengan itu, Badan Pengawas Japesda, Rahman Dako menerangkan, bahwa selama kurang lebih satu tahun bekerja di Desa Uwedikan, Japesda berkomitmen mendukung kolaborasi antara masyarakat dan nelayan Desa Uwedikan dan pemerintah; dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat. Kolaborasi atau co-management ini kata dia, sebagai alternatif untuk mendorong terjadinya sinergi antar semua stakeholder terkait dalam pengelolaan sumber daya laut, dalam hal ini perikanan gurita.

Nelayan Gurita/Foto Japesda

Ia menerangkan, bahwa fokus Japesda sebetulnya adalah pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang berbasis konservasi dan pengembangan masyarakat.

“Bagaimana sumber daya alam bisa lestari, secara bersamaan tidak terpinggirkan dan mendapatkan manfaat dari sumber daya alam itu sendiri. Inilah yang menjadi prinsip utama kami di Japesda,” kata Aga, sapaan salah satu pendiri Japesda ini.

Menurutnya, dengan mendorong aktor-aktor dalam perikanan berkolaborasi, maka akan membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Dengan begitu, stereotype yang menyebut nelayan itu miskin, perusak laut dan lain sebagainya, akan hilang.

Potensi Perikanan Gurita

selanjutnya…

Comments are closed.