Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Dugaan Kasus Pembunuhan Limboto Barat Direka Ulang

Dulohupa.id – Untuk lebih memperjelas kronologis dugaan tindak pembunuhan yang terjadi di Desa Padengo Kecamatan Limboto Barat, yang terjadi pada 2 Januari 2020, Satuan Reskrim Polres Gorontalo menggelar kembali reka ulang atas kejadian yang menewaskan, Basri Kandipa warga Kabupaten Luwuk Provinsi Sulawesi Tengah.

Pantauan awak media Dulohuoa.id pada pelaksanaan rekonstruksi yang diperagakan dalam 17 adegan, awal dari malapetaka yang menimpa warga Desa Padengo tersebut berawal dari malam pelepasan tahun, dimana bersama tersangka dan sejumlah saksi lainnya, korban mengkonsumsi alkohol disalah satu warung sambil, berjoket bersama.

Namun entah apa yang menjadi penyebabnya antara korban dan tersangka sempat terjadi adu mullut, tanpa diketahui oleh para saksi yang kebetulan juga berada ditempat itu. Berawal dari pertengkaran tersangka UE alias Usu memukul korban di bagian perut atas sebelah kiri dari korban dengan menggunakan tumit kaki sebelah kanan, sehingga korban jatuh ke lantai dengan posisi tubuh terlentang dan kepala korban terbentur ke lantai.

Setelah kejadian tersebut, tersangka kemudian meminta maaf kepada korban yang sudah terlihat berdiri kembali. Permohonan maaf tersebut langsung diterima oleh korban yang kemudian keduanya saling berpelukan dan menangis, kejadian ini sempat disaksikan oleh salah satu saksi. Namun setelah antara korban dan tersangka sudah berada dalam rumah mereka, kembali terjadi perang mulut diantara keduanya, sehingga kembali terjadi pertengkaran.

Setelah terjadi saling pukul, korban kemudian langsung lari keluar dan entah kemana tujuannya. Korban ditemukan dalam keadaan tewas oleh salah satu saksi lainnya, terkapar di dalam kebun milik warga. Kapolres Gorontalo AKBP Ade Permana SIK melalui KBO Reskrim IPTU Franti Natalia Olii SH dimintai komentar terkait pelaksana reka ulang ini bertujuan untukk lebih memperjelas kronologis kejadian yang disaksikan langsung oleh kuasa hukum korban dan Jaksa penuntu umum.

Lanjut dikatakan oleh KBO Reskrim atas kejadian ini pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP ayat (3),  dengan Ancaman hukuman 5 sampai 7 tahun penjara. “Untuk sementara Motif tersangka menghabisi korban adalah karena adanya adu mulut sehingga timbullah dendam terhadap korban. Rekonstruksi kasus ini bertujuan untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” (Ade)