Dulohupa.id – Calon Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ekhwan Ahmad justru meminta maaf setelah diusir sejumlah warga di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Ia bersama timnya dihadang warga saat akan berkampanye.
“Setelah kami dimaki-maki (dicaci-maki), tetap kami hadapi dengan pikiran tenang, dan kami sempat menyampaikan meminta maaf. Kebetulan saya melaksanakan kampanye dan kami sudah memiliki izin Polda Gorontalo,” ujar pria dengan nama sapaan Haji Eko saat ditemui di kediamannya, Selasa (30/01/2024).
Ekhwan Ahmad menjelaskan, peristiwa itu saat dirinya akan berkampanye di Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Hulonthalangi. Namun sejumlah warga mengusirnya saat melintasi jembatan di Kelurahan Tenda.
“Kami hanya cuma lewat. Titiknya kampanye kami itu di sebelah, yaitu Tanjung Kramat. Kebetulan jalur yang dapat dilewati hanya itu. Tetapi kami dihadang untuk tidak melewati jalan itu,” beber Haji Eko yang merupakan Caleg dari Partai Hanura tersebut.
Baca Juga: Viral Emak-emak di Kelurahan Tenda Usir Caleg Hendak Kampanye
Pihaknya masih sementara mengkaji atas kejadian itu, apakah terdapat unsur pidana Pemilu ataupun tidak. Usai itu, baru mengambil langkah selanjutnya.
Sebelumnya Seorang emak-emak di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo mengamuk dan usir salah satu Calon Legislatif (Caleg) bersama timnya saat akan berkampanye, Senin (29/1/2024) kemarin.
Dalam video yang beredar, emak-emak yang diduga merupakan pendukung calon lain itu bahkan mengeluarkan kata makian dan mengancam Ekhwan Ahmad dan tim kampanye yang sedang mengendarai mobil.
“So suka mati ngana! Texas disini, texas ini, mangarti ngana?. Pulang ngana, pulang. Kalau ngana suka aman, pulang ngana!,” teriak ibu tersebut.
Di lokasi juga terlihat sejumlah petugas kepolisian mengamankan situasi. Kejadian itu juga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Reporter: Yayan











