Dulohupa.id – Dikritik netizen dan viral di media sosial, panitia Festival Tumbilotohe di Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo meminta maaf. Hal itu diungkapkan salah satu panitia Tumbilotohe, Rizaldi Halid saat ditemui di lokasi Tumbilotohe, Minggu (7/4/2024) malam.
Rizaldi mengaku, kejadian itu bermula saat postingan yang mempertontonkan sejumlah pengunjung bergoyang dengan alunan musik reggae yang dibawakan band Gorontalo viral di media sosial. Banyak netizen yang berkomentar bahwa hal tersebut mencederai bulan suci Ramadan.
“Yang dilarang itu musik dan viral di media sosial sejumlah pengunjung ikut bergoyang saat menonton pertunjukan musik reggae. Hal itu yang memancing netizen berkomentar bahwa tidak sepantasnya hal itu dilakukan saat bulan Ramadhan,” ungkap Rizaldi Halid.
Rizaldi juga mengaku, sebenarnya tidak ada musik DJ di lokasi Tumbilotohe itu. Panitia pun bingung batasan musik yang seperti apa agar tidak mendapat larangan tersebut.
“Tidak ada DJ. Kami pun tidak tau kalau musik seperti apa yang tidak dilarang. Batasan musik kami tidak tau,” sambungnya.
Setelah viral di media sosial, kemudian pihak pantia diperiksa Polres Kota Gorontalo. Pihak panitia dimintai keterangan dan melarang adanya musik di lokasi Festival Tumbilotohe Ipilo.
“Polres Kota Gorontalo melarang kami. Jadi saat ini kami belum tau kalau sampai kapan musik tidak ditiadakan,” ujarnya.
Reporter: Hendrik Gani











