Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Diintimidasi Saat Liputan, Jurnalis Gorontalo Minta Aparat Polda Gorontalo Belajar Lagi UU Pers

Dulohupa.id – Puluhan jurnalis di Gorontalo yang mengatasnamakan Aliansi Jurnalis Gorontalo, meminta aparat Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, untuk belajar lagi UU Pers No 40 tahun 1999.

Permintaan itu ditegaskan dengan menyerahkan draft UU Pers kepada salah satu aparat kepolisian, dalam aksi demonstrasi siang tadi di depan Polda Gorontalo, Senin (15/10).

Adapun dalam tuntutannya, Aliansi Jurnalis Gorontalo mengutuk perlakuan oknum-oknum aparat Polda Gorontalo yang mengintimidasi beberapa jurnalis saat meliput demonstrasi tolak Omnimbus Law. Sebab, perlakuan itu dianggap melanggar UU Pers.

Selain itu, tindakan oknum aparat kepolisian yang meminta jurnalis menghapus foto maupun video pada saat liputan demonstrasi tersebut, dianggap menciderai kebebasan pers.

“Kalau ada rilis (berita Polda Gorontalo) kita diundang, tapi saat meliput demo, kita diintimidasi. Ini ada apa?” tegas Yudistira Saleh dalam orasinya dalam aksi demonstrasi di depan Polda Gorontalo, Kamis (15/10).

Setidaknya, ada lima tuntutan jurnalis,

  1. mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan aparat kepolisian kepada para jurnalis yang sedang meliput aksi penolakan undang-undang cipta kerja.
  1. meminta kepada kepolisian polda gorontalo untuk belajar lagi tentang undang-undang pers.
  1. mengutuk keras perampasan fasilitas peliputan milik wartawan saat aksi penolakan undang-undang cipta kerja.
  1. meminta kapolda gorontalo menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan kekerasan, intimidasi dan perampasan alat peliputan wartawan.
  1. memboikot liputan di polda gorontalo jika tuntutan kami tidak dipenuhi.
  1. meminta kepolisian dan pihak-pihak yang keberatan dengan kerja jurnalistik untuk menempuh mekanisme dewan pers sehingga tidak seenaknya mengatakan hoax terhadap produk jurnalistik
Reporter: Mega