Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Diberi Sanksi Skorsing Bersyarat, Yunus Pasau: “Torang Tidak Pernah Kendor”

448
×

Diberi Sanksi Skorsing Bersyarat, Yunus Pasau: “Torang Tidak Pernah Kendor”

Sebarkan artikel ini
Yunus Pasau
Yunus Pasau, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (05/9/2022). Foto: Enda/Dulohupa

Dulohupa.id – Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah memberikan sanksi skorsing bersyarat selama 1 Semester kepada Yunus Pasau, oknum Mahasiswa yang menghina Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dengan kata tak senonoh.

Usai diberikan sanksi bersyarat, Yunus Pasau tidak banyak berkomentar saat diwawancarai awak media pada Senin (05/9/2022).

Yunus menegaskan apa yang dilakukannya saat berorasi terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan niat untuk membela hak-hak rakyat.

“Pada dasarnya apa yang kita lakukan kemarin adalah menyampaikan orasi untuk membela hak rakyat, dan hidup mahasiswa. Torang (Kami) tidak akan pernah kendor!!,” tegas Yunus yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial tersebut.

Sebelumnya Yunus juga mengaku khilaf dan meminta maaf kepada Presiden Jokowi beserta civitas akademik dan masyarakat Indonesia atas ucapannya.

“Permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan kekeliruan yang saya sampaikan saat berorasi,” tuturnya.

Sementara Rektor UNG, Dr Eduart Wolok memberikan sanksi skorsing bersyarat atas pertimbangan pihak kampus dan dari sejumlah pihak.

Eduart mengaku menerima saran dari Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika agar memberikan sanksi dalam artian mengedukasi.

“Sanksi ini akan dilakukan secara Full, apabila penugasan khusus yakni membuat tulisan 4 paper atau karya ilmiah selama satu semester. Iika terpenuhi, maka sanksinya tidak akan diterapkan. Apabila tidak terpenuhi, maka otomatis sanksinya akan berlaku,” tegas Eduart.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk pembelajaran bukan hanya soal bagaimana untuk mendidik berorasi dihadapan orang banyak, tapi juga bentuk untuk mengajarkan tanggungjawab kepada mahasiswa,” tambahnya.

Oknum Mahasiswa
Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr Eduart Wolok bersama Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika saat menggelar konferensi pers di gedung Rektorat, Senin (05/9/2022) (Foto: Enda/Dulohupa)

Selain diberikan sanksi skorsing, Kapolda Gorontalo menyebut proses hukum terhadap yunus pasau masih tetap berjalan yang kini masih dalam tahap penyelidikan.

Namun pihak kepolisian menangani kasus ini dengan menggunakan pendekatan Soft Approach atau pendekatan secara humanis kepada Yunus Pasau. Irjen Helmy Santika mengaku tidak akan menghambat perkuliahan ataupun masa depan dari Yunus.

“Kami mengamankan ini dalam arti mengamankan bersangkutan (Yunus Pasau) dari kemungkinan terjadinya persekusi lisan melalui media sosial atau persekusi secara fisik. Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan, dan bersangkutan masih berstatus saksi. Kita masih mengumpulkan bukti-bukti, jadi kasus ini masih berjalan,” Pungkas Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika.

Reporter: Enda/Dulohupa