Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Dampak Covid-19, Pertama Kalinya Perayaan Ketupat di Gorontalo Sepi

Dulohupa.id – Pandemi Covid-19 benar-benar memberikan dampak besar dalam kehidupan masyarakat Gorontalo. Tak seperti tahun kemarin, Kemacetan dan hiruk pikuk perayaan Tradisi Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo tak lagi terlihat tahun ini. Jalanan sepi, aktivitas warga terlihat lenggang. Padahal, Lebaran Ketupat adalah salah satu tradisi yang paling ditunggu, tak hanya oleh warga suku Jawa Tondano, tapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat Gorontalo.

Pantauan awak Dulohupa.id pada Minggu (31/05), disepanjang jalan pada beberapa titik yang biasanya sering terjadi kemacetan, hingga para petugas kepolisian maupun perhuhungan kesulitan dalam mengatur kemacetan tersebut, pada perayaan tahun ini hampir tidak ada petugas yang terlihat berdiri dijalan untuk mengatur arus lalu lintas yang menimbulkan kemacetan. Bahkan warga yang melaksanakan perayaan lebaran ketupat pun disetiap desa, hanya bisa dihitung.

Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, terlihat hampir semua rumah warga terlihat ramai dari para pengunjung, baik keluarga maupun teman-teman maupun rekan kerja mereka. Bahkan yang datang berkunjung tidak hanya masyarakat Gorontalo saja, namun juga dari luar seperti Sulut maupun Sulteng juga ikut meramaikan perayaan lebaran ketupat yang sudah menjadi tradisi masyarakat Kabgor.

Ramli salah satu warga Tunggulo Kecamatan Limboto Barat saat diwawancarai mengungkapkan, biasanya dua hari jelang perayaan Ketupat keluarganya yang berasal dari Manado dan Bolmong sudah ada dirumahnya. Namun kali ini keluarganya tidak ada yang datang, dengan alasan adanya Corona.

“Memang Covid-19 ini memberikan dampak besar. Nyatanya lebaran ketupat yang biasanya kita rayakan, tahun ini tidak ada perayaan besar-besaran. Olehnya itu kita berharap agar wabah Covid-19 ini cepat hilang. Supaya kehidupan ini bisa normal lagi,” tandasnya. (Dhedy)