Dulohupa.id – Sejak kasus pertama COVID-19 di Gorontalo pada Kamis, 9 April 2020, salah satu yang tidak pernah disorot adalah keberadaan petugas pengambil sampel COVID-19 atau petugas swab. Padahal, perannya cukup signifikan untuk mendeteksi virus berbahaya ini pada tubuh manusia.
Selama ini kita mengetahui bahwa tes untuk mendeteksi virus corona penyebab COVID-19 menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction), atau biasa disebut dengan tes swab. Selain itu, ada pula metode rapid test.
Bedanya, pemeriksaan rapid test dilakukan menggunakan sampel darah. Sedangkan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.
Petugas Swab Labkesda Provinsi Gorontalo, Rusdin menceritakan kondisinya ketika kasus Corona meledak di Gorontalo. Ia menyebut, keluarga adalah salah satu yang sangat dikhawatirkannya.
“Bulan April, Mei dan Juni khawatir juga terhadap keluarga, biasanya yang jadi tim swab atau terlibat dalam penanganan covid-19 harus di karantina, nah saya tidak di fasilitasi untuk karantina, tetapi di rumah saya karantina mandiri, kamar sendiri, mandi ruangan tersendiri, begitupun dengan bersih-bersih dan lain-lain, termasuk pakaian cuci sendiri. Biasanya dalam 1 minggu mencuci sampai 5 kali karena pakaian lepas di luar rumah, cuci kaki terus masuk di rumah. Jadi di rumah pakai protokol kesehatan,” tutur Rusdin.
“Tetapi yang membuat sedih selama 3 bulan tidak gendong anak,” lanjutnya.
Rusdin menjelaskan, beban kerja yang ia lakukan selama pandemi COVID-19 ini memang sudah melebihi batas. Mulai dari Mess Haji kemudian dilibatkan untuk tim tracking kabupaten/kota, kemudian ditambah lagi mengerjakan tugas tambahan di Labkesda dan RS Ainun.
“Lumayan (banyak) sih pak, tapi itu sudah menjadi tugas saya,” ujarnya.
Ia berharap, masyarakat Gorontalo tetap mematuhi protokol kesehatan agar hasil pemeriksaan baik itu rapid maupun swab hasilnya non reaktif atau negatif.
“Untuk tips tetap patuhi protokol kesehatan, penggunaan sebaiknya memakai masker bedah 3 flayer, hanya saja keadaan seperti makan berkumpul dan lain-lain itu juga bisa menjadi faktor, tetap optimis jaga kesehatan dan imunitas,” tandasnya.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Mega











