Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Ciptakan Wirausahawan Baru, Disnaker Blitar Latih 20 Warganya Buat Aneka Kue

Dulohupa.id – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, menggelar kegiatan pembinaan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan itu berupa pelatihan pembuatan aneka kue selama tiga hari sejak, Senin (20/10), dan digelar di salah satu hotel Ilhami di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Haris Susianto mengatakan, pelatihan aneka kue yang diikuti oleh 20 peserta dari seluruh wilayah di Kabupaten Blitar itu, bertujuan menciptakan wirausaha baru yang berdaya saing dan mandiri. Selain itu, juga dalam rangka mengangkat derajat perekonomian Kabupaten Blitar. Adapun anggaran pelatihan tersebut, memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020.

“Untuk pelatihan ini ada 20 orang. Kalau semuanya ada lima paket pelatihan yang menggunakan anggaran DBHCHT dengan total peserta 100 orang. Lima paket itu terdiri dari pelatihan tata boga tiga paket, pelatihan potong rambut, dan aneka kue,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam pelatihan aneka kue tersebut, pihaknya mendatangkan instruktur yang merupakan pemilik usaha Aisha Cookies Garum, Andik Eko Arnowo. Sedangkan jenis kue yang dibuat adalah jenis kue roti.

Adapun peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, adalah mereka yang telah mengikuti serangkaian proses perekrutan. Dimulai dengan menyebarkan informasi, kemudian seleksi berdasarkan usia, minat, dan bakat. Dan dari proses seleksi tersebut, ada banyak yang akhirnya gugur, sementara yang lainnya lolos.

“Kita memang melatih peserta ini dari nol sampai bisa. Nah, nanti kalau mereka sudah bisa membuat sendiri, selanjutnya pembinaan dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro,” ujarnya pada Dulohupa.id

Tidak hanya itu, rencananya pada bulan depan nanti, perserta yang selesai mengikuti pelatihan tersebut, juga akan dilatih dalam melakukan pemasaran online terhadap produk yang dihasilkan, lalu bagaimana mem-branding produk, serta pengepakan produk.

“Semoga output-nya nanti, mereka benar-benar menjadi wisausaha yang sukses dan berdaya saing. Sehingga perekonomian masyarakat menjadi terangkat,” harapnya.

Reporter: Zaed Efendi