Dulohupa.id – Calon Gubernur Gorontalo, Tonny Uloli menyebut kemiskinan di Gorontalo sangat tinggi dan permasalahan warganya adalah utang.
Tonny mengatakan, kemiskinan di Gorontalo berada di peringkat 5 secara nasional. Dirinya berjanji akan menekan angka kemiskinan di bawah 9 persen.
“Gorontalo benar-benar miskikin dan permasalahannya hutang. Kita tanya hampir semuanya berutang dengan bunga yang sangat tinggi. Olehnya Tonny-Marten akan hadir untuk mengatasi utang rakyat,” ucap Tonny dalam debat terbuka pertama yang diselenggarakan KPU Provinsi Gorontalo di Ballromm SUmber Ria, Jumat (25/10/2024) malam.
Benarkah permasalahan warga di Gorontalo adalah hutang?
Hasil Penelusuran
Permasalahan utang tidak lepas dari warga yang memiliki kredit macet di bank ataupun jasa keuangan lainnya yang menawarkan pinjaman.
Dikutip dari gopos.id, berdasarkan data dari laporan perekonomian Provinsi Gorontalo Mei 2024, bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan di Provinsi Gorontalo hingga triwulan I tahun 2024 didominasi oleh kredit konsumtif.
Tercatat, kredit konsumtif di Gorontalo mencapai Rp11,07 triliun dari total penyaluran kredit di Gorontalo sebesar Rp19,67 triliun. Kredit konsumsi yang tersalur pada triwulan I 2024 tumbuh sebesar 8,64 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 7,99 persen (yoy).
Besarnya penyaluran kredit konsumsi ini utamanya disumbang oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor.
Sementara rasio kredit bermasalah di Gorontalo dicatat sebesar 5,42 persen. Jika dinominalkan, total kredit macet di Gorontalo sampai triwulan I 2024 mencapai Rp1,06 triliun.
Data lainnya Dikutip dari Databoks.katadata.co.id, data Otoritas jAsa Keungan (OJK) menunjukan bahwa Gorontalo urutan pertama rasio kredit macet terbesar.
Nilai total kredit/pembiayaan yang dikucurkan bank umum secara nasional mencapai Rp.7,09 kuadriliun per Desember 2023. Dari jumlah tersebut, rasio non-performing loan/non-performing financing (NPL/NPF) mencapai 2,19 persen.
Artinya, dari seluruh nilai kredit/pembiayaan yang dikucurkan bank umum, ada 2,19% yang pembayarannya macet atau bermasalah.
Jika dirinci per provinsi, rasio kredit macet terbesar pada Desember 2023 berada di Gorontalo, yakni 5,38%.
Berikut daftar lengkap rasio NPL/NPF bank umum berdasarkan provinsi pada Desember 2023, diurutkan dari yang tertinggi sampai terendah:
- Gorontalo: 5,38%
- Jawa Tengah: 4,09%
- Kepulauan Riau: 3,81%
- Sumatera Selatan: 3,42%
- Jawa Timur: 3,01%
- Jawa Barat: 2,99%
- Sulawesi Selatan: 2,81%
- Lampung: 2,60%
- DI Yogyakarta: 2,59%
- Papua Barat: 2,49%
- Sulawesi Utara: 2,47%
- Papua: 2,47%
- Maluku: 2,23 %
- Kalimantan Selatan: 2,20%
- Sulawesi Barat: 2,18%
- Riau: 2,18%
- Bengkulu: 1,93%
- Kalimantan Timur: 1,89%
- DKI Jakarta: 1,85%
- Sumatera Utara: 1,85%
- Jambi: 1,81%
- Kalimantan Barat: 1,76%
- Sumatera Barat: 1,75%
- Sulawesi Tengah: 1,74 %
- Banten: 1,73%
- Nusa Tenggara Timur: 1,65%
- Bangka Belitung: 1,63%
- Sulawesi Tenggara: 1,62%
- Bali: 1,59%
- Aceh: 1,57%
- Maluku Utara: 1,52%
- Kalimantan Tengah: 1,35%
- Nusa Tenggara Barat: 1,15%
- Provinsi-provinsi lainnya: 0,21%
Kesimpulan
Pernyataan Calon Gubernur Gorontalo, Tonny Uloli yang mengatakan warga Gorontalo permasalahannya adalah utang kemungkinan benar adanya. Karena menurut data Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan tahun 2023, Gorontalo salah satu Provinsi yang memiliki rasio kredit macet terbesar secara nasional. Kredit macet ini menjadi salah satu permasalahan bagi warga yang memiliki utang.
Sumber Rujukan:
gopos.id/bi-catat-kredit-konsumtif-di-gorontalo-mendominasi-buat-kpr-dan-nyicil-kendaraan/











