Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Cegah Penularan Corona Saat Maulid Nabi, Begini Saran Dewan Adat

Dulohupa.id – Ketua Dewan Adat Provinsi Gorontalo, Abdul Karim Pateda menegaskan kepada para pengurus masjid, untuk menerapkan protokol kesehatan. Terlebih ketika perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

“Saya sarankan pengurus atau badan takmirul masjid dalam melaksanakan peringatan maulid nabi yang menjadi tradisi Gorontalo, menerapkan protokol kesehatan,” kata Karim Pateda, saat diwawancarai baru-baru ini.

Mantan sekda Bone Bolango itu mengatakan, protokol kesehatan pada perayaan Maulid nabi Muhammad SAW dapat dilakukan dengan cara membatasi jumlah warga yang akan membaca dzikir. Bahkan, jika memungkinkan, para pedzikir dites rapid sebelum masuk ke dalam masjid.

“Para pezikir juga kalau bisa di-rapid test dan diharuskan mencuci tangan sebelum masuk masjid. Kalau hasilnya reaktif, diganti dengan pezikir lain. Pezikirnya juga dibatasi. Begitu juga dengan yang memberi kue, cukup saja sesuai dengan jumlah pezikirnya. Kemudian kalau di dalam masjid tempat duduk para pezikir dijarangkan. Wajib juga mengenakan masker,” ujar Karim Pateda.

Karim Pateda juga mengimbau agar para pengurus masjid dapat mempercepat pelaksanaan doa maulid.

“Do’anya bisa dipercepat. Biasanya kan sampai jam 8 jam 9 pagi baru selesai. Kalau dipercepat, mungkin jam 6 pagi sudah selesai. Ini untuk menghindari kerumunan warga. Kan kita ketahui bersama, saat perayaan maulid, pagi harinya itu warga akan datang ke masjid untuk menyaksikan kegiatan yang sudah menjadi tradisi ini,” pungkas Karim Pateda

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Mega