Dulohupa.id – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengelola Klinik Desa Ceria dan Pendamping Daerah se-Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2023.
Mengawali sambutannya, Bupati Thariq Modanggu berharap akan ada hasilnya setelah pelaksanaan bimtek yang digelar mulai 26-28 Agustus 2023 tersebut.
“Setelah Bimtek ini harus ada yang dihasilkan. Makanya saya perlu undang semua, agar semua bisa paham,” tegas bupati.
Pada pelaksanaan bimtek tersebut, bupati juga menjelaskan secara tuntas tentang konsep Ceria.
“Yang pertama saya sampaikan, bahwa kalau tidak ada konsep ceria, tidak ada Bupati Thariq Modanggu. Mulai 2008 itu saya sudah mulai menyusun konsep ceria, hingga saya maju sebagai wakil bupati tetap menggunakan konsep ceria ,” ungkap Thariq.
Yang kedua, lanjut Thariq, hakikat dari pada pendamping ceria adalah kesejahteraan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Karena menurut saya, dimana-mana org bicara kesejahteraan tapi tdk berkeadilan. Makanya dibuatkan datanya,” tambahnya.
Bupati mengatakan, pembangunan tidak identik dengan bagi-bagi beras. Menurutnya, hal seperti itu hanyalah pemberian bantuan, dan bukan membangun.
“Kalau membangun, orang tahu modalnya apa, pendapatan dan pengeluarannya berapa, dan pemerintah harus tahu itu. Makanya lahirlah konsep Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Rumah Tangga (RAPBRT) ,”jelas bupati.
Bupati juga berharap agar penginputan aplikasi bantuan tetap dijalankan sebagaimana mestinya, termasuk juga bagi pendamping ceria yang harus dipertajam tentang data stunting.
Terkait hal itu, beberapa waktu lalu bupati Thariq juga telah meminta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara yang telah diinput oleh Sistim Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
“Dan ternyata sesuai hasil temuan data dari pendamping banyak yang tidak sesuai. Tetapi ada beberapa kecamatan yang sudah selesai 100 persen,” ujar Bupati Thariq.
Lebih lanjut Thariq meminta Koordinator Daerah untuk membahas dan merumuskan apa yang menjadi beban selama target pelatihan hingga Minggu ke empat November sudah selesai, dengan melibatkan Dinas Sosial.
“Saya mau diakhir pelatihan sudah dibantu mereka ada berapa klasifikasi data-data rekapan. Yang kedua, saya juga minta target diadakan penajaman target untuk desire satu untuk RAPBRT, targetnya harus ada indikator yang dibahas dengan pihak terkait, termasuk juga utk penginputan Si Cantik,” tutup Bupati Thariq.
Adv/Arf












