Dulohupa.id – Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga mengakui bahwa angka stunting di Kabupaten Pohuwato turun secara signifikan dari 34,6 persenmenjadi 6,4 persen,
Bupati Saipul mengatakan, upaya ini tidak lain berkat sinergitas semua pihak terutama atas dukungan penuh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan kelurahan, serta dukungan dari pengurus dan anggota PKK di semua tingkatan.
Hal itu disampaikan Bupati Saipul Mbuinga pada kunjungan kerja dan silaturahmi Penjabat Gubernur Gorontalo dan Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo bersama camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Pohuwato yang berlangsung di aula kampus Universitas Pohuwato (Unipo), Sabtu (1/4/2023).
Bupati Saipul menjelaskan, Kabupaten Pohuwato berhasil menurunkan angka stunting sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencapai 27,7 persen. Di mana pada tahun 2021 angka Stunting di Pohuwato itu sebesar 34,6 persen, dan berkat kerja sama sluruh stakeholder maka angka itu turun dengan sangat signifikan menjadi 6,4 persen di tahun 2022 kemarin.
“Muda-mudahan prestasi ini dapat terus kita pertahankan guna upaya kita bersama meningkatkan status gizi masyarakat dan kualitas sumber daya manusia,” ungkap Saipul.
Selaku pemerintah daerah, Saipul juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi dalam hal ini Penjabat Gubernur Gorontalo bersama Ketua TP.PKK Provinsi yang meluangkan waktu dan berkesempatan melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan pemerintah yang ada di Kabupaten Pohuwato khsusunya para camat, lurah serta kepala desa.
“Terima kasih banyak atas kunjungan kerja ini, semoga apa yang diharapkan bisa tercapai terutama target kita bersama dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Gorontalo,” ujar Saipul Mbuinga.
Penjagub Gorontalo, Hamka Hendra Noer juga menambahkan data SSGI menunjukkan angka stunting di Provinsi Gorontalo tahun 2022 turun di angka 23,8 persen. Dari angka tersebut Kabupaten Pohuwato menjadi yang terendah di Provinsi Gorontalo yakni 6,4 persen setelah sebelumnya berada pada angka 34,6 persen.
“Ya, dibutuhkan peran camat, lurah, dan Kades (Kepala desa) bersama unsur PKK dalam percepatan penurunan angka stunting di kabupaten/kota seluruh Provinsi Gorontalo. Kita upayakan taget nasional bisa kita capai dengan kita bergerak bersama-sama, punya peran aktif bersama ibu-ibu, Ketua TP. PKK Provinsi termasuk dasawisma di tingkat desa se-kabupaten/kota,” jelas Hamka Hendra Noer.
Reporter: Hendrik Gani











