Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB BONE BOLANGOPENDIDIKAN

Bupati Ismet Minta Bunda PAUD Lebih Aktif Kawal Kualitas Pendidikan Anak

×

Bupati Ismet Minta Bunda PAUD Lebih Aktif Kawal Kualitas Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini
Bunda Paud
Bupati Ismet Mile saat menghadiri Workshop Penguatan Peran Bunda PAUD dalam mendukung layanan PAUD Holistik Integratif yang dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan di El Madina Hotel. Foto/DIskominfo

Bone Bolango – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile meminta Bunda PAUD tidak berhenti pada seremoni pengukuhan. Ia mendorong Bunda PAUD di setiap tingkatan untuk hadir sebagai penggerak, evaluator, sekaligus pemberi dorongan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Pesan tersebut disampaikan Ismet Mile saat menghadiri Workshop Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Mendukung Layanan PAUD Holistik Integratif yang dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan di El Madina Hotel, Rabu (9/9/2026).

Menurut Ismet, anak-anak yang saat ini berada di jenjang PAUD merupakan calon penerus daerah yang kelak akan mengisi berbagai ruang kehidupan, termasuk menjadi pemimpin di tengah masyarakat. Karena itu, pendidikan dan pendampingan yang diberikan sejak usia dini harus menjadi perhatian bersama.

“Yang paling penting adalah anak-anak didik usia dini dan guru-gurunya. Perjalanan pendidikan ini menjadi ukuran terhadap terbentuknya masa depan anak-anak didik itu sendiri, sehingga perlu ada dukungan,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan Bunda PAUD hingga tingkat kecamatan dan desa mampu memberikan perhatian lebih terhadap pelaksanaan pendidikan anak usia dini. Peran tersebut, kata dia, bukan sekadar menghadiri kegiatan formal, tetapi juga memastikan layanan pendidikan benar-benar berjalan dengan baik.

Bunda PAUD diminta turun melihat langsung kondisi satuan pendidikan, mengevaluasi berbagai persoalan yang ditemukan, serta mendorong adanya perbaikan.

“Jangan hanya menjadi evaluator, tetapi juga pemberi dorongan. Kita harus melihat bagaimana implementasinya di ruang-ruang sekolah,” ujarnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Ismet adalah kondisi tenaga pendidik PAUD yang belum seluruhnya berstatus aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar para guru tetap mendapatkan dukungan dalam menjalankan tugasnya.

Dukungan terhadap tenaga pendidik dinilai penting karena guru memiliki peran langsung dalam membentuk fondasi perkembangan anak. Karena itu, peningkatan kualitas layanan PAUD harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap guru dan lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, Ismet mengingatkan para Bunda PAUD agar tidak gagap menghadapi perubahan zaman. Perkembangan teknologi yang semakin masuk ke berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, menuntut orang-orang yang mendampingi anak untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas.

Ia menegaskan, orang dewasa tidak bisa hanya berharap anak-anak berkembang dan menjadi pintar dengan sendirinya. Para pendamping juga harus terus memperbarui pengetahuan agar mampu memahami tantangan yang dihadapi generasi saat ini.

“Jangan berpikir biarlah nanti mereka pintar-pintar. Tidak bisa. Kita juga harus pintar-pintar,” katanya.

Ismet bahkan mencontohkan dirinya yang tetap membiasakan diri membaca dan memperbarui pengetahuan meski telah lama berkecimpung dalam pemerintahan. Menurutnya, proses belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang telah menduduki jabatan tertentu.

“Selama kita masih menjalankan tugas, kita harus terus membaca dan belajar. Jangan sampai kita berhenti meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Ismet berharap semangat belajar tersebut dapat menjadi budaya di lingkungan Bunda PAUD. Dengan kapasitas yang terus berkembang, Bunda PAUD diharapkan mampu menjadi mitra strategis bagi guru, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas PAUD bukan hanya menjadi tanggung jawab guru. Layanan pendidikan anak usia dini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat memenuhi kebutuhan perkembangan anak secara menyeluruh.

Karena itu, Bunda PAUD diminta memperkuat perannya sebagai penggerak di tengah masyarakat serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Harapannya bukan hanya anak-anak yang berkualitas, bukan hanya guru-guru yang berkualitas, tetapi Bunda PAUD sebagai evaluator dan penggerak juga harus berkualitas,” tandasnya.

Dengan penguatan peran tersebut, Bunda PAUD diharapkan tidak hanya menjadi simbol dalam struktur pembinaan PAUD, tetapi benar-benar hadir dalam memastikan anak-anak Bone Bolango memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.