Dulohupa.id – Menyoal dampak banjir yang terjadi di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango beberapa waktu kemarin, pemerintah setempat lakukan usulan penanganannya ke BWS Gorontalo (Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo), namun belum direspon ataupun penanganannya.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kerusakan yang disebabkan banjir tak makin parah, atau bahkan dapat menjatuhkan korban jiwa.
Dari pantauan tim liputan Dulohupa.id, memang kondisi rumah yang ada di bantaran sungai cukup mengkhawatirkan. Puluhan rumah warga tersebut bisa terseret banjir kapan saja, mengingat tak ada lagi atau telah rusak parah bronjong atau tanggul yang menepis banjir di tempat tersebut.
Kepala Desa Biluango, Yakub Djamala kepada awak media mengatakan bahwa dirinya telah beberapa kali mengajukan proposal pembuatan bronjong ke BWS Gorontalo, namun belum ada penanganan hingga kini.
“Untuk pembangunan bronjong sendiri beberapa kali kami ajukan ke balai sungai, terakhir kemarin tanggal 24 Februari 2025 ke balai sungai yang alamatnya di Kecamatan Limboto, itu beberapa kali saya antar proposalnya kesana, hanya saja mungkin, tidak tau faktornya apa, sehingga sampai hari ini belum ada penanganan untuk dampak banjir,” ujar Yakub saat ditemui di lokasi bencana banjir pada Jumat (14/03/2025) sore.
Bahkan kata Yakub, dirinya sangat cemas dengan kondisi yang ada. Sebelum turun hujan pun, baru sebatas mendung dirinya mulai gelisah.
“Sebelum hujan, masih mendung saya sudah merasa was-was, karena ketika hujan datang atau mengalami banjir, itu lebih dulu dicari, mana kepala desa mana kepala desa,” tuturnya.
Sehingga dirinya sangat berharap agar pemerintah terkait bisa segera melakukan penanganan banjir yang ada, terlebih pembangunan bronjong.
Sebagai informasi, jelas Yakub bahwa sejak tahun 2022 peristiwa banjir yang menyapu wilayah tersebut, baru di tahun 2023 yang adanya penanganan dari pemerintah.
“Yang ada penanganan di tahun 2023 kemarin, itu ada pengerukan/normalisasi sungai oleh dinas PU provinsi, kemudian di tahun yang sama dari BPBD Bone Bolango,” ungkapnya.
Namun hingga saat ini, belum ada lagi penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
Reporter: Yayan












